Tim Pengabdian Unud Dorong UMK Gipang Naik Kelas Melalui Inovasi alat dan Branding

  • 06 Agt 2026 08:24 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Universitas Udayana melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di UMK Mutiara Indah dengan fokus pada tiga aspek utama: inovasi alat produksi, penguatan branding kemasan, dan pengembangan digital marketing.
  • Inovasi alat pencetak gipang menjadi langkah awal untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menghasilkan produk dengan ukuran yang seragam.
  • Kegiatan ini melibatkan 15 pekerja UMK Mutiara Indah di Badung dan dirancang untuk meningkatkan daya saing usaha mikro kecil di pasar.

RRI.CO.ID, Singaraja – Upaya peningkatan produktivitas dan daya saing usaha mikro kecil (UMK) terus didorong melalui tiga program utama, yakni inovasi alat produksi, penguatan branding kemasan, dan pengembangan digital marketing. Program ini dilaksanakan pada UMK Mutiara Indah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Upaya peningkatan daya saing usaha mikro kecil (UMK) terus didorong melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Udayana di UMK Mutiara Indah, Badung, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 15 pekerja dan berfokus pada penguatan kapasitas usaha melalui inovasi teknologi produksi, pengembangan branding kemasan, serta pemanfaatan pemasaran digital.

Ketua tim pelaksana, Ir. Ni Luh Putu Lilis Sinta Setiawati, S.T., M.T., menjelaskan bahwa inovasi alat pencetak gipang menjadi langkah awal untuk meningkatkan efisiensi produksi. Dengan alat tersebut, proses pembuatan gipang menjadi lebih cepat dan menghasilkan produk dengan ukuran seragam.

“Penggunaan alat ini mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga konsistensi ukuran produk,” ujarnya.

Selain aspek produksi, tim juga melakukan penguatan pada sisi branding melalui pembaruan desain kemasan. Kemasan yang lebih menarik dan informatif diharapkan mampu meningkatkan nilai jual serta memperluas segmen pasar produk gipang. Program ketiga yang tidak kalah penting adalah pengembangan digital marketing. UMK Mutiara Indah didorong untuk memanfaatkan platform marketplace dan media sosial seperti Shopee dan Instagram guna menjangkau konsumen yang lebih luas.

Hasil pelatihan branding dan pengemasan produk gipang pada UMK Mutiara Indah, yang menampilkan variasi kemasan baru dengan identitas merek untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Pendekatan terpadu ini sejalan dengan berbagai program pemberdayaan UMKM yang menekankan pentingnya inovasi produk, kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha. Sebagai bentuk implementasi program, dilakukan pula penyerahan alat produksi secara langsung kepada pemilik UMK Mutiara Indah. Penyerahan ini menjadi bagian dari dukungan nyata dalam mendorong peningkatan skala usaha. Program pengabdian ini tidak berhenti pada tahap penyerahan, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan, baik dalam penggunaan alat, penguatan identitas produk, maupun strategi pemasaran digital.

Prosesi penyerahan alat pemotong gipang dari tim pengabdian kepada pemilik UMK Mutiara Indah sebagai bentuk implementasi inovasi teknologi tepat guna.

Kegiatan ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Melalui tiga program utama tersebut, diharapkan UMK Mutiara Indah dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya tarik produk, serta memperluas jangkauan pasar secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....