Jajan Laklak Serabi Versi Bali
- 24 Jun 2026 12:40 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Laklak Buleleng dan Serabi Nusantara sekilas terlihat serupa, kedua panganan lokal ini sejatinya memiliki perbedaan mendasar yang menjadikannya unik.
Topik menarik bertajuk "Jajan Laklak Buleleng Serabi Versi Bali" ini dikupas dalam program Obrolan Budaya RRI Net pada Selasa, 23 Juni 2026. Menghadirkan Komang Suratmi pemilik usaha Warung Lunglung yang menjual jajanan tradisional Bali, di Kawasan Banyuning, Buleleng.
Dalam obrolan tersebut, Ia memaparkan bahwa masyarakat luar Bali sering kali keliru menganggap laklak sebagai serabi karena bentuknya yang sama-sama bulat dan dimasak di atas tungku tanah liat.
“Masaknya pake Paon tradisional, karena menjaga suhu dan mempertahankan tradisi turun temurun dari cara membuat jaje laklak” jelas Komang Suratmi.
Beberapa poin mendasar yang membedakan Laklak Buleleng dengan Serabi Nusantara:
Karakteristik Laklak Buleleng bahan utamanya tepung beras, air, sedikit garam, dan warna hijau alami dari daun suji/pandan, tekstur lebih padat namun tetap kenyal, dengan bagian bawah yang renyah (crispy). Toping taburan kelapa parut segar dan siraman gula merah cair yang kental.
Sedangkan Serabi Nusantara berbahan tepung beras, santan kelapa, dan gula (beberapa varian memakai ragi), tekstur lebih lembut, empuk, dan berserat/berpori di bagian tengah. Dimasak langsung dengan santan atau dikuah dengan kinca manis/durian.
Sebagai pengusaha jajanan tradisional, Komang Suratmi menekankan pentingnya menjaga pakem asli dalam pembuatan laklak.
"Saya bikin Jajan Laklak ini sudah turun temurun resepnya dari kakek nenek, nurun ke orang tua, sekarang saya yang melanjutkan. Menjaga komposisi bahannya biar sesuai dan tetap jadi ciri khas laklak khas Bali. Ada Laklak Gula sisi dan laklak gula tengah, keduanya sama-sama punya cita rasa khas kue Bali" Jelas Komang Suratmi
Melalui Obrolan Budaya ini, diharapkan generasi muda tidak hanya menikmati laklak sebagai pengganjal perut, tetapi juga memahaminya sebagai warisan budaya. Konsep serupa tapi tak sama antara laklak dan serabi ini justru memperkaya khazanah kuliner Nusantara. Hal ini membuktikan bahwa dengan bahan yang mirip, tiap daerah mampu melahirkan cita rasa yang memiliki karakter kuat masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....