Universitas Udayana Tingkatkan Daya Saing UMKM Pindang Mengesta
- 23 Jun 2026 15:16 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 21 Juni 2026 di Balai Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Pindang Sari Amerta, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini diikuti oleh total 17 peserta yang terdiri dari anggota Poklahsar Pindang Sari Amerta beserta tim pengabdian yang merupakan dosen dan mahasiswa.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk ikan pindang melalui penerapan teknologi pengemasan modern serta strategi pemasaran digital berbasis e-commerce. Dalam pelaksanaannya, diberikan edukasi dan praktik penggunaan teknologi pengemasan vakum. Pada sesi pertama, Ir. Putu Julyantika Nica Dewi, S.TP., M.TP., IPM., Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, menyampaikan materi bertajuk “Inovasi Pengemasan Vakum sebagai Upaya Peningkatan Kualitas dan Keamanan Produk Ikan Pindang di Poklahsar Pindang Sari Amerta.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa teknologi pengemasan vakum mampu mengurangi keberadaan oksigen di dalam kemasan sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan memperlambat proses oksidasi. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat memperpanjang umur simpan, menjaga mutu sensori, serta meningkatkan keamanan pangan produk ikan pindang sehingga lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas. Selain aspek teknologi pengolahan, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai pengembangan pasar digital dari Ni Made Classia Sukendar, S.Arsl., M.Agb., dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Melalui materi “Pemasaran Digital Ikan Pindang Poklahsar Pindang Sari Amerta Berbasis E-Commerce di Desa Mengesta,” peserta diperkenalkan pada strategi pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran, membangun identitas merek, serta meningkatkan nilai jual produk melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, diberikan juga praktik langsung proses pengemasan produk menggunakan teknologi pengemasan vakum. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai tantangan pemasaran produk olahan perikanan, pengemasan yang menarik bagi konsumen, hingga peluang pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan.

Melalui kombinasi pelatihan teknologi pengemasan dan pemasaran digital, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Poklahsar Pindang Sari Amerta sebagai pelaku UMKM berbasis perikanan yang inovatif dan berdaya saing. Penguatan mutu produk yang didukung oleh strategi pemasaran modern diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ikan pindang lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Ketua Poklahsar Pindang Sari Amerta, I Wayan Remuda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan kelompok dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif. “Kami merasa mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama mengenai pengemasan vakum dan pemasaran digital. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan sehingga produk ikan pindang kami memiliki kualitas yang lebih baik dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Ir. Putu Julyantika Nica Dewi, S.TP., M.TP., IPM., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat agar mampu menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di era digital. “Melalui penerapan teknologi pengemasan vakum dan pemanfaatan platform e-commerce, kami berharap Poklahsar Pindang Sari Amerta dapat meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Sinergi antara akademisi dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program pengabdian ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui dana hibah Program Pengabdian Berbasis Masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Udayana dalam mendorong hilirisasi hasil perikanan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....