Pesona Kerajinan Perak dan Kuningan Tradisional serta Rahasia Perawatannya
- 09 Jun 2026 18:34 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah gempuran perhiasan modern buatan pabrik, kerajinan perak dan kuningan tradisional tetap memiliki tempat di hati para pencintanya. Kilau khas dan detail rumit yang dihasilkan oleh tangan para pengrajin lokal memberikan nilai seni tinggi yang tidak bisa ditiru oleh mesin.
Menurut I Wayan Wenten, pemilik usaha kerajinan perak dan kuningan Wenten Art asal Dusun Delod Margi, Desa Sari Mekar, Singaraja, Bali, menjaga kualitas perak tidak hanya sebatas membuatnya indah di awal. Tantangan utamanya adalah bagaimana upaya merawatnya agar tetap berkilau sepanjang masa.
Bagi para pemilik perhiasan atau pajangan perak dan kuningan, perubahan warna sering kali menjadi masalah utama. Seiring berjalannya waktu, perak yang sering terkena udara, keringat, atau zat kimia seperti parfum dapat mengalami oksidasi.
Perak bisa terlihat kusam dengan kehitaman tipis akibat oksidasi udara. Selain itu, kerajinan perak juga bisa berjamur dan mengalami korosi hijau atau kebiruan. Hal ini biasanya terjadi jika perak disimpan di tempat yang lembap atau terkena zat asam cair dalam waktu lama. Jika sudah mencapai tahap ini, tekstur perak akan terlihat kotor dan kehilangan pesonanya.
“Kalau perak murni sulit kebiruan. Kalau sudah jadi barang, perak sudah ada campuran, jarang sekali yang murni. Barang yang saya produksi bahan dasarnya kebanyakan kuningan yang dilapisi perak atau disepuh perak,” ujar Wayan Wenten saat kegiatan Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali ke-IV Tahun 2026 di Lapangan Taman Kota Ngurah Rai, Singaraja.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Wayan Wenten yang telah menekuni kerajinan perak sejak tahun 1992 membagikan tips berharga yang sudah diterapkannya selama ini.
Proses penyepuhan (plating) perlu dilakukan untuk melapisi kembali permukaan perak dengan lapisan logam murni yang baru, sehingga tampilannya kembali seperti baru.
Namun, untuk perawatan sehari-hari atau pembersihan noda ringan, Wayan menyarankan penggunaan bahan alami yang mudah ditemukan di dapur, yakni asam jawa. Gunakan campuran asam jawa dan air hangat, oleskan secara merata dan biarkan larutan asam bekerja mengangkat noda selama kurang lebih 5 hingga 8 menit, gosok perlahan menggunakan spons lembut, lalu bilas dan keringkan sebelum disimpan.
Simpan perhiasan di tempat yang kedap udara dan gunakan plastik klip (ziplock) secara terpisah agar tidak saling menggores serta terhindar dari paparan udara bebas. Pakai perhiasan perak setelah selesai menggunakan parfum, losion, atau kosmetik lainnya untuk menghindari kontak kimia langsung.
Wenten Art sendiri menyediakan produk unggulan berupa kerajinan perak dan kuningan untuk keperluan ritual adat seperti sangku, bokor, dan tempat dupa, perlengkapan rumah tangga, hingga aksesori. Dengan perawatan yang tepat, kilau keindahan produk kerajinan perak dan kuningan ini dipastikan akan bertahan lama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....