Tren Ngopi Jadi Gaya Hidup, Buka Peluang Ekonomi Kreatif di Buleleng
- 13 Apr 2026 23:19 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Tren Ngopi
- Gaya Hidup
- Ekonomi Kreatif
- Buleleng
RRI.CO.ID, Singaraja – Perkembangan tren konsumsi kopi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng. Hal ini terlihat dari semakin menjamurnya kedai kopi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat minum, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial.
Owner Kopi De Kakiang, Ida Bagus Made Mahadi Kemenuh, menyebutkan bahwa kopi kini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Dulu kopi identik dengan orang tua, sekarang anak muda bahkan pelajar sudah menjadikan kopi sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kedai kopi saat ini berkembang menjadi “ruang ketiga” setelah rumah dan tempat kerja atau sekolah. Tempat ini dimanfaatkan untuk berdiskusi, belajar, bekerja, hingga berkumpul bersama komunitas.
Fenomena ini dinilai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha, khususnya UMKM di sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Bahkan, inovasi produk berbasis kopi juga semakin beragam, mulai dari makanan, parfum, hingga produk daur ulang seperti scrub dan pupuk dari ampas kopi.
“Nilai tambah kopi tidak hanya dari minuman, tapi bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia melihat peluang besar pengembangan wisata berbasis kopi di Buleleng, seperti agrowisata kebun kopi hingga edukasi pengolahan kopi dari hulu ke hilir.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tren pertumbuhan kedai kopi harus diimbangi dengan strategi yang matang agar tidak sekadar mengikuti tren (fomo), tetapi mampu bertahan dan berkembang.
Dengan pengelolaan yang baik, tren ngopi ini diharapkan tidak hanya menjadi gaya hidup semata, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat posisi kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....