Hadapi Persaingan Global, Bali Pure Andalkan Inovasi dan Kolaborasi

  • 19 Feb 2026 23:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali terus menghadapi tantangan berat di tengah persaingan global dan masuknya produk impor. Hal tersebut disampaikan oleh pelaku UMKM Buleleng, I Ketut Sumayana.

Menurut Sumayana, UMKM lokal harus bersaing dengan produk pabrikan yang memiliki keunggulan dari segi harga, kemasan, hingga strategi pemasaran profesional. Namun demikian, ia menilai produk UMKM tidak kalah dari segi kualitas.

“Produk UMKM sebenarnya bagus, hanya saja kita sering lemah di pemasaran, networking, dan permodalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar yang sempat dihadapi Bali Pure adalah kenaikan harga bahan baku kelapa akibat penurunan produksi hingga 70 persen karena kemarau panjang. Harga kelapa yang biasanya Rp4.000–Rp5.000 melonjak hingga lebih dari Rp9.000 per butir.

Meski demikian, Sumayana mampu mempertahankan penjualan, meskipun margin keuntungan menurun. Ia juga mengatakan pentingnya membangun kemitraan, termasuk dengan petani lokal di wilayah Tejakula untuk menjaga pasokan bahan baku sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Dalam menghadapi persaingan, ia membagikan sejumlah strategi bagi pelaku UMKM, antara lain Fokus pada satu produk unggulan, Membangun branding, meskipun sederhana, Memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp, Instagram, dan marketplace dan Memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha

Selain itu, Bali Pure juga membuka peluang kerja sama sebagai afiliator bagi masyarakat yang ingin ikut memasarkan produk.

Sumayana mengatakan, UMKM tidak bisa berjalan sendiri di tengah kompetisi yang semakin ketat. Kolaborasi dan inovasi menjadi kunci utama untuk bertahan sekaligus berkembang.

“Kolaborasi itu penting. Kita tidak bisa bertarung sendiri. Dengan saling mendukung, UMKM bisa lebih kuat menghadapi persaingan,” ucapnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....