Sambal Mamo Berdayakan Perempuan dan Disabilitas
- 03 Feb 2026 15:48 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Usaha kuliner Sambal Mamo tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan dan pekerja disabilitas melalui penyerapan tenaga kerja dan kemitraan bahan baku lokal.
Owner Sambal Mamo, Ni Luh Mahendri Dinastuti, menyebut seluruh tim produksinya didominasi perempuan dengan rentang usia hingga di atas 60 tahun, serta mulai melibatkan tenaga kerja disabilitas.
“Memang dari awal saya ingin memberdayakan perempuan yang mungkin tidak lagi diterima di tempat kerja formal. Selama masih kuat dan mau bekerja, pasti bisa,” ujarnya.
Bahan baku cabai dan bumbu juga dipasok langsung dari petani perempuan lokal dengan harga mengikuti pasar, untuk menghindari ketergantungan pada tengkulak.
Menurutnya, tantangan terbesar usaha kuliner ada pada pengelolaan SDM dan fluktuasi harga bahan baku. Karena itu pelaku UMKM perlu menghitung harga pokok produksi secara detail sejak awal.
“Masukkan semua komponen ke HPP, termasuk tenaga kerja dan promosi. Jangan perang harga, nanti usaha tidak sehat,” katanya.
Atas model bisnis berbasis sosial tersebut, Sambal Mamo masuk binaan Bank Indonesia, meraih penghargaan Kementerian UMKM, serta terpilih dalam program wirausaha perempuan berdaya tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....