Wamenkeu Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali melalui Pembentukan PFII
- 31 Jul 2026 09:44 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Denpasar – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mendorong diversifikasi ekonomi Bali melalui rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Langkah tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pariwisata.
Hal itu disampaikan Wamenkeu saat menghadiri Townhall Meeting "Kemenkeu Satu Bali" di Balai Diklat Keuangan Denpasar, Kamis 30 Juli 2026.
Juda Agung mengatakan, pemerintah terus menjaga keseimbangan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berperan sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional.
"Kita kawal fiskal ini, baik dari sisi penerimaan maupun belanja, agar efektif dan efisien. Strategi kita di tengah kondisi yang tidak pasti adalah menjaga keseimbangan perekonomian demi mendukung keberlanjutan fiskal, sekaligus memastikan APBN berfungsi sebagai shock absorber," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Local Expert Regional Bali, Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari, S.E., M.Si., memaparkan bahwa perekonomian Bali pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), hampir sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Ia menjelaskan, setiap wilayah di Bali memiliki potensi ekonomi yang berbeda. Bali Selatan masih menjadi pusat sektor akomodasi dan restoran, sedangkan Bali Utara memiliki kekuatan pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Menurut Prof. Wiwin, terdapat empat sektor yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, yakni kelistrikan, gas, pergudangan, serta komunikasi dan teknologi informasi.
"Jika infrastruktur pada sektor-sektor kunci ini terus diperkuat, perekonomian Bali berpeluang tumbuh lebih berkelanjutan," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Juda Agung mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pembentukan PFII dengan Bali sebagai salah satu daerah yang diproyeksikan menjadi lokasi pengembangannya. Kehadiran kawasan tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik investasi internasional.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan di Bali untuk memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), akademisi, dan para pemangku kepentingan guna mendukung implementasi program tersebut.
Selain membahas PFII, Wamenkeu turut mengapresiasi pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah yang didanai APBN, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda. Ia meminta seluruh jajaran Kementerian Keuangan terus memantau pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di akhir arahannya, Juda Agung menekankan pentingnya menjaga integritas, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kompetensi aparatur melalui pembelajaran berkelanjutan.
"Jangan bosan untuk terus belajar. Di tengah kesibukan tugas rutin, kita tetap harus mengembangkan diri agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat," ucapnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....