Gaya Hidup Konsumtif Ancam Finansial Generasi Muda Indonesia

  • 29 Mei 2026 20:39 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Fenomena gaya hidup konsumtif di kalangan generasi muda semakin menjadi perhatian di tengah perkembangan era digital saat ini. Anak muda kerap terjebak dalam pola hidup yang mementingkan gengsi dan tren tanpa mempertimbangkan kondisi finansial pribadi. Dalam obrolan SPADA pada Kamis, 28 Mei 2026, Akademisi Agus Gandi menyoroti bagaimana kebiasaan konsumtif dapat membawa dampak serius, mulai dari utang pinjaman online hingga kecanduan judi online. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena dapat memengaruhi masa depan generasi muda dan stabilitas ekonomi mereka.

Agus Gandi menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama masalah finansial anak muda adalah pola pikir yang lebih mengutamakan gaya hidup dibanding kebutuhan pokok. Kebiasaan nongkrong di kafe mahal, membeli barang demi mengikuti tren, hingga belanja impulsif di marketplace sering kali dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial. “Masalah terbesar anak muda sekarang adalah gengsi dan pola hidup konsumtif yang tidak sesuai penghasilan,” ujar Agus Gandi. Ia menilai bahwa media sosial juga turut memengaruhi pola hidup generasi muda karena banyak orang berlomba menunjukkan gaya hidup mewah demi mendapatkan pengakuan sosial.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Agus Gandi menyarankan generasi muda mulai belajar mengatur keuangan sejak dini melalui sistem budgeting yang sederhana namun efektif. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah rumus alokasi 50/30/20, yakni 50 persen untuk kebutuhan primer, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk investasi atau tabungan. Selain itu, ia juga mengajak anak muda untuk lebih produktif dengan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting. “Kalau bisa menyeduh kopi sendiri di rumah, kenapa harus selalu nongkrong di kafe mahal,” ucap Agus Gandi. Menurutnya, perubahan kebiasaan kecil dapat membantu generasi muda memiliki kondisi finansial yang lebih sehat.

Selain pengelolaan keuangan, Agus Gandi juga menekankan pentingnya investasi pengembangan diri bagi generasi muda. Ia menyebut investasi terbaik adalah investasi “leher ke atas,” yakni meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar mampu menciptakan peluang penghasilan yang lebih besar di masa depan. Tidak hanya itu, ia turut mengajak anak muda untuk mencintai produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi UMKM Indonesia. Dengan membeli produk dalam negeri, generasi muda dinilai dapat membantu memperkuat ekonomi nasional sekaligus mengurangi sikap konsumtif terhadap barang-barang bermerek luar negeri.

Di akhir obrolan, Agus Gandi mengingatkan bahwa kesejahteraan seseorang tidak diukur dari seberapa mewah gaya hidup yang ditampilkan di media sosial, melainkan dari kemampuan bertahan dan mengelola keuangan secara bijak dalam situasi ekonomi sulit. Ia juga menyarankan generasi muda lebih disiplin mengontrol kebiasaan belanja online, bahkan bila perlu menghapus aplikasi marketplace jika sulit menahan godaan konsumtif. Dengan pola pikir yang lebih bijaksana dan kemampuan mengelola finansial secara sehat, generasi muda diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih stabil dan terhindar dari jeratan utang maupun perilaku konsumtif berlebihan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....