Gen-Z Diajak Fokus Membangun Usaha dan Berani Banting Gengsi

  • 10 Sep 2026 11:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Generasi Z atau Gen-Z dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berani menciptakan peluang melalui dunia usaha. Keberanian memulai, kemauan belajar, serta kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi anak muda untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis.

Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Siang Kita Indonesia RRI Singaraja, Kamis 10 September 2026 yang mengangkat tema “Fokus Build, Banting Gengsi!”

Hadir sebagai narasumber, I Gede Sakha Ari Wibawa alias De Nong, Pemuda Pelopor Buleleng 2026 sekaligus Founder Archipelagos Entertainment Group.

De Nong mengatakan, anak muda perlu mengubah cara pandang terhadap proses membangun usaha. Menurutnya, usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau langsung menunjukkan kesuksesan. Keberanian memulai dari hal kecil justru menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang entrepreneur.

Ia menjelaskan, istilah “banting gengsi” bukan berarti mengabaikan kualitas maupun cita-cita. Sebaliknya, anak muda perlu berani menyingkirkan rasa malu dan takut terhadap penilaian orang lain ketika sedang membangun usaha dari bawah.

“Gen-Z harus berani membangun. Jangan terlalu memikirkan bagaimana kita terlihat di mata orang lain ketika baru memulai. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menghasilkan sesuatu, belajar dari proses, dan terus berkembang,” ujar De Nong dalam dialog tersebut.

Menurutnya, tantangan anak muda dalam membangun usaha bukan hanya persoalan modal, tetapi juga menyangkut konsistensi dan mentalitas. Perubahan tren, persaingan, serta perkembangan teknologi menuntut pelaku usaha muda untuk terus belajar dan beradaptasi.

De Nong juga mendorong Gen-Z untuk berani mencoba berbagai bidang sesuai kemampuan dan minat. Pengalaman dari kegagalan maupun kesalahan, menurutnya, dapat menjadi bagian dari proses untuk menemukan pola bisnis yang lebih baik.

“Kalau kita ingin berkembang, kita harus mau belajar dan berproses. Jangan takut gagal, karena dari sana kita bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, De Nong melihat perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun usaha. Media sosial, platform digital, serta sektor ekonomi kreatif dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas jaringan.

Ia menilai, keberhasilan usaha anak muda tidak semestinya hanya diukur dari keuntungan pribadi. Usaha yang dibangun juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka peluang kerja, serta menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Semangat tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjawab target Asta Cita dan Sustainable Development Goals (SDGs). Generasi muda dapat mengambil peran melalui kewirausahaan yang produktif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui tema “Fokus Build, Banting Gengsi!”, Gen-Z diajak berani keluar dari zona nyaman. Bukan sekadar mengejar kesuksesan yang terlihat, tetapi membangun proses nyata, menciptakan karya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sebagai penutup, De Nong menegaskan bahwa membangun usaha membutuhkan keberanian untuk memulai, kerendahan hati untuk belajar, serta ketangguhan untuk terus berjalan meski menghadapi berbagai tantangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....