Fish-Based Seasoning Powder Inovasi Udayana untuk UMKM
- 22 Jun 2026 08:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Upaya peningkatan nilai tambah hasil perikanan lokal terus didorong melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana di Pohlaksar Ulam Sari Segara, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, pada Sabtu (13/6). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Pohlaksar Ulam Sari Segara yang diketuai oleh I Nengah Sudiartha dengan total jumlah peserta kegiatan yaitu 35 orang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, yakni Kepala Bidang Perikanan, Ibu Drh. Ni Made Candrawati, Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Luh Putu Wrasiati, M.P., dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, beserta tim. Mengusung semangat inovasi berbasis potensi lokal, pelatihan ini menghadirkan narasumber yang merupakan dosen Program Studi Teknologi Pangan, yaitu Ir. I Gede Arie Mahendra Putra, S.TP., M.TP., IPM., ASEAN Eng. yang menyampaikan materi “Pelatihan Pembuatan Fish-Based Seasoning Powder Berbasis Ikan Pindang serta Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk Peningkatan Standardisasi Produk UMKM.” Peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan praktik langsung pembuatan fish-based seasoning powder menggunakan metode sangrai sebagai teknologi pengolahan yang sederhana dan mudah diterapkan oleh pelaku usaha.
Selain itu, I Gusti Ayu Krisma Widya Saraswati, S.TP., M.TP. juga memberikan pelatihan bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Pengemasan dan Labeling dalam Rangka Komersialisasi Produk Pindang Powder Menuju UMKM Naik Kelas.” Materi tersebut menekankan pentingnya kemasan yang menarik, pelabelan yang sesuai dengan ketentuan, serta pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Serta, kelompok juga diajarkan proses pengemasan fish-based seasoning powder yang telah dibuat selama pelatihan.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Luh Putu Wrasiati, M.P., menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu terobosan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan lokal Kusamba menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Kami berharap inovasi fish-based seasoning powder ini dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal dan membuka peluang diversifikasi produk UMKM. Ke depan, produk ini juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan intermediet, misalnya sebagai bumbu masakan maupun sebagai tambahan pada makanan pendamping ASI (MPASI) dan pangan untuk lansia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Klungkung menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Udayana dalam mendampingi kelompok pengolah hasil perikanan di Desa Kusamba. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai diversifikasi produk yang memiliki prospek pasar menjanjikan. Senada dengan itu, Ketua Pohlaksar Ulam Sari Segara, I Nengah Sudiartha, mengaku antusias dengan teknologi yang diperkenalkan. Ia menyampaikan bahwa kelompoknya akan mencoba mengembangkan fish-based seasoning powder sebagai inovasi baru di samping produk abon dan ikan pindang yang selama ini telah diproduksi. Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi hasil pelatihan, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan berupa peralatan produksi kepada kelompok mitra, yaitu 3 Unit drum perebus ikan pindang, oven listrik, blender, dan meja stainless masing-masing 1 Unit, serta 19 Unit waskom aluminium. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses adopsi teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas produksi UMKM berbasis perikanan di Desa Kusamba.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui dana hibah skema Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat untuk tahun anggaran 2026. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....