Tantangan Etika Usaha Menguat, Pelaku Bisnis Diuji antara Keuntungan dan Keimanan
- 28 Mar 2026 01:21 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Tantangan Etika Usaha
- Pelaku Bisnis Diuji
- antara Keuntungan dan Keimanan
RRI.CO.ID, Singaraja – Pelaku usaha saat ini dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga etika bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat. Narasumber Riono Junianto mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam berbisnis bukan hanya soal strategi atau modal, melainkan bagaimana menjaga keimanan ketika berhadapan dengan peluang keuntungan.
“Seringkali pelaku usaha dihadapkan pada pilihan antara keuntungan dan kejujuran. Di situlah letak ujian sebenarnya,” ujarnya.
Ia mencontohkan berbagai praktik yang masih kerap terjadi di lapangan, seperti penimbunan barang untuk menaikkan harga, manipulasi tampilan produk agar terlihat lebih baik dari aslinya, hingga persaingan tidak sehat antar pelaku usaha.
Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan juga menjadi perhatian. Menurutnya, lonjakan harga yang disebabkan oleh praktik monopoli atau penimbunan tidak sejalan dengan prinsip etika dalam Islam.
Selain itu, perkembangan bisnis digital turut menghadirkan tantangan baru, terutama dalam hal kejujuran promosi. Banyak pelaku usaha dinilai masih mengabaikan kesesuaian antara produk yang ditampilkan dengan kondisi sebenarnya, sehingga berpotensi merugikan konsumen.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, pelaku usaha diimbau memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan bisnis. Praktik seperti sedekah dan zakat diyakini dapat membantu menjaga keberkahan usaha sekaligus membangun keseimbangan antara aspek materi dan spiritual.
Pelaku usaha diharapkan mampu menempatkan etika sebagai prioritas utama, sehingga bisnis yang dijalankan tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....