Subak Wingin Tanam Cempaka, Perkuat Perlindungan Hutan Sukasada
- 20 Des 2025 16:03 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Krama Subak Wingin, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, melaksanakan penanaman 200 pohon cempaka di kawasan Hutan Subak Wingin pada Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini bertujuan menjaga kelestarian hutan, melindungi sumber air, serta mencegah potensi bencana longsor di wilayah tersebut.
Kegiatan penanaman ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, kehutanan, tokoh adat, hingga unsur keagamaan. Program tersebut juga menjadi bagian dari edukasi lingkungan kepada masyarakat agar kesadaran menjaga hutan tumbuh secara berkelanjutan.

Kasi P4H dan KSDAE UPTD KPH Bali Utara, Kadek Dwi Agus Mulyawan, menegaskan bahwa menjaga alam merupakan kewajiban bersama yang harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanaman hingga pemanfaatan yang bertanggung jawab.
“Kita semua mempunyai kewajiban untuk memelihara alam ini. Memelihara itu lengkap, mulai dari penanaman, pemeliharaan, sampai nantinya bermuara pada pemanfaatan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa hutan berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan dan tidak dapat diklaim sebagai milik wilayah administrasi tertentu. Di Kabupaten Buleleng, pengelolaan hutan dilaksanakan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Utara.
Sementara itu, Camat Sukasada, Drs. I Gusti Ngurah Suradnyana, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon sebenarnya telah lama dilakukan masyarakat, terutama pada musim hujan. Namun, menurutnya, publikasi kegiatan ini penting sebagai sarana edukasi lingkungan.
“Kita harapkan masyarakat semakin sadar untuk menjaga alam dengan menanam pohon, baik di kawasan hutan, lereng, maupun lahan pribadi. Tujuannya agar tanah mampu menyerap air lebih banyak sehingga longsor dan banjir bisa dikurangi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, termasuk dukungan bibit yang diberikan secara berkelanjutan. Menurutnya, tradisi menanam pohon harus terus dijaga dan dipantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.
Sekretaris Subak Desa Tegallinggah, Mashud, menyampaikan bahwa penanaman pohon ini memiliki tiga tujuan utama, yakni pelestarian hutan, pencegahan bencana alam, dan menjaga keberlanjutan sumber air bagi subak.
“Kami sudah sepakat, setiap banjaran di Subak Wingin punya kewajiban mengontrol dan merawat pohon yang ditanam. Perawatan akan dilakukan rutin setiap bulan,” ucapnya.
Ia menambahkan, penanaman 200 pohon cempaka ini merupakan tahap awal. Ke depan, penanaman lanjutan akan dilakukan dengan bersinergi bersama Kelian Adat Munduk Kunci.

Dukungan bibit pohon juga datang dari Ida Pandita Mpu Dharma Sujana Jaya Kerthi dari Pasraman Kori Agung Amertha Sri. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan swadharma Tri Hita Karana.
“Di sini kami menjalankan Tri Hita Karana, khususnya menjaga hubungan manusia dengan alam melalui penghijauan. Tahap pertama di Sukasada kami siapkan 1.500 pohon, dan akan berlanjut ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Selain cempaka, sejumlah jenis pohon lain yang disiapkan antara lain sentul, intaran, jangar ulam (daun salam). Pihaknya juga berencana menanam pohon beringin dan kresek pada tahap selanjutnya. Bibit tersebut diperoleh melalui pembelian dan dana punia dari berbagai pihak.
Melalui kegiatan ini, Subak Wingin berharap upaya pelestarian hutan dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata dalam menjaga lingkungan, sumber air, serta keselamatan masyarakat di wilayah Sukasada dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....