Peran Guru Rupaka dalam mendidik Anak, antara Kasih Sayang dan Ketegasan

  • 06 Okt 2026 07:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Peran orang tua sebagai Guru Rupaka memiliki posisi penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Dalam menjalankan peran tersebut, kasih sayang perlu diimbangi dengan pendidikan, ketegasan, serta pemberian batas agar tidak berkembang menjadi pola asuh yang terlalu memanjakan.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ayu Laksmi Dewi, S.Ag., M.Sos., dalam dialog Mutiara Pagi yang disiarkan Pro 2 RRI Denpasar pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dialog tersebut mengangkat tema “Antara Mendidik dan Memanjakan: Batas Peran Guru Rupaka dalam Hidup.”

Menurutnya, dalam ajaran Hindu, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak. Tanggung jawab tersebut tidak sebatas memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga menanamkan nilai moral, etika, disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi bekal anak dalam menjalani masa depan.

“Kasih sayang kepada anak bukan berarti selalu memenuhi semua keinginannya. Orang tua juga perlu mengajarkan anak memahami aturan, konsekuensi, dan tanggung jawab,” ucapnya menjelaskan.

Ia menjelaskan, pola asuh yang terlalu memanjakan berpotensi membuat anak kurang mandiri dan terbiasa mendapatkan sesuatu tanpa melalui proses. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menghadapi tantangan serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Sebaliknya, pendidikan yang diberikan dengan penuh kasih sayang dan disertai ketegasan akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.

Dalam kehidupan sehari-hari, peran Guru Rupaka juga dapat diwujudkan melalui keteladanan. Anak tidak hanya belajar dari nasihat yang disampaikan orang tua, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat dan rasakan dalam kehidupan keluarga.

Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat. Orang tua perlu memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, serta berdiskusi mengenai persoalan yang dihadapi. Pada saat yang sama, orang tua tetap perlu memberikan arahan dan batasan ketika anak membutuhkan bimbingan.

“Anak membutuhkan kasih sayang, tetapi juga membutuhkan batas. Di sinilah kebijaksanaan orang tua diperlukan agar mendidik tidak berubah menjadi mengekang, dan menyayangi tidak berubah menjadi memanjakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua untuk menjalankan peran sebagai Guru Rupaka dengan penuh kesadaran. Pendidikan karakter, menurutnya, sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga karena keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk mengenal nilai-nilai kehidupan, agama, etika, dan budaya.

Keseimbangan antara kasih sayang, ketegasan, keteladanan, dan komunikasi menjadi kunci dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan pola asuh yang demikian, orang tua diharapkan mampu membimbing anak menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, mandiri, bertanggung jawab, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan budaya dalam menjalani kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....