Upgrade Wiweka, Kunci Bijak Gunakan AI

  • 12 Sep 2026 18:28 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan manusia untuk memilah, mempertimbangkan, dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam dialog Renungan Pagi bersama Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Luh Reni Adnyani, S.Sos. dan Wahyanti, S.Sos., dengan topik “Upgrade Wiweka di Era AI”.

Luh Reni Adnyani menjelaskan, wiweka secara sederhana merupakan kemampuan manusia untuk membedakan, mempertimbangkan, dan memilih berdasarkan kebenaran dharma secara bijaksana.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak cukup hanya diikuti dengan peningkatan kemampuan menggunakan AI. Manusia juga perlu meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan secara bijaksana.

“Tidak hanya teknologi yang perlu kita update, tetapi juga wiweka kita, bagaimana kita bisa memilih apa yang baik, apa yang benar, apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tidak bisa kita lakukan,” ujar Luh Reni.

Sementara itu, Wahyanti, S.Sos. menekankan, AI memang memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses informasi. Namun, informasi yang dihasilkan AI belum tentu sepenuhnya benar sehingga pengguna tetap harus melakukan verifikasi.

“Perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kecerdasan diri kita sendiri,” katanya.

Ia mengingatkan, pengguna AI tidak boleh menerima setiap informasi secara mentah-mentah. Data yang diperoleh perlu dicocokkan dengan sumber yang dapat dipercaya, terutama ketika berkaitan dengan informasi keagamaan.

Menurut Wahyanti, kemampuan tersebut semakin penting karena AI juga dapat menghasilkan konten visual yang terlihat nyata. Kondisi ini berpotensi membuat masyarakat sulit membedakan informasi yang benar dengan informasi yang dibuat secara artifisial.

Karena itu, penggunaan AI perlu dibarengi dengan etika dan tanggung jawab. AI seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu, sedangkan manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....