Carvaka Darsana Dorong Umat Hindu Berpikir Rasional

  • 12 Sep 2026 18:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Carvaka Darsana dapat menjadi cermin bagi umat Hindu untuk membangun keseimbangan antara keyakinan spiritual dan rasionalitas. Meski tidak mengakui otoritas Weda, pemikiran Carvaka dinilai memiliki nilai kritis yang masih relevan dalam kehidupan saat ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua PHDI Kabupaten Buleleng, Dr., Drs. I Gde Made Metra, M.Si., saat membahas Carvaka Darsana dalam dialog Renungan Pagi.

Menurutnya, Carvaka Darsana berkembang sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Aliran filsafat ini dikenal karena menolak otoritas Weda, keberadaan Tuhan, jiwa yang abadi, karma, serta kehidupan setelah kematian.

Salah satu prinsip utama Carvaka adalah menjadikan pengalaman langsung melalui panca indra sebagai sumber pengetahuan. Pandangan tersebut memberikan penekanan kuat terhadap empirisme dan rasionalitas.

Bagi umat Hindu, I Gde Made Metra menilai Carvaka dapat diposisikan sebagai kritik internal. Kehadirannya mengingatkan agar tradisi dan ritual tidak diterima hanya sebagai dogma, tetapi juga dapat dikaji secara rasional.

“Carvaka Darsana mengingatkan bahwa tradisi harus terbuka terhadap rasionalitas, bukan hanya ritual,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan rasional tidak harus menghilangkan nilai spiritual. Sebaliknya, pengalaman langsung dan pendekatan empiris dapat menjadi pelengkap dalam memahami berbagai hal dalam kehidupan.

Selain rasionalitas, Carvaka Darsana juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya keseimbangan antara dunia dan spiritualitas. Menurutnya, umat Hindu tetap dapat mengejar kebahagiaan duniawi, selama tidak meninggalkan dharma sebagai landasan.

I Gde Made Metra menilai, tantangan kehidupan modern adalah bagaimana manusia mampu menjalankan spiritualitas tanpa terjebak pada sikap dogmatis, sekaligus tidak terlarut dalam kehidupan material semata.

Karena itu, pemikiran Carvaka Darsana dapat menjadi bahan refleksi untuk membangun dialog antara iman dan rasionalitas. Spiritualitas tetap penting, namun kehidupan nyata juga membutuhkan tindakan dan tanggung jawab.

“Jadi, kekurangan Carvaka Darsana adalah tidak mengakui Weda, dan kelemahan kita yang semata-mata berbicara spiritual, berbicara sorga, tetapi tidak berbuat sesuatu di dunia,” ungkapnya.

Melalui pemahaman tersebut, Carvaka Darsana tidak sekadar dilihat sebagai filsafat yang berbeda dari ajaran Hindu, tetapi juga sebagai pemikiran yang dapat mendorong umat untuk berpikir kritis, rasional, serta tetap menjalani kehidupan berdasarkan dharma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....