Korpus Uterus: Manusia yang Merindukan Rahim
- 11 Sep 2026 13:59 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama mengisahkan kehidupan Panuluh yang lahir dari pemerkosaan dan kehamilan yang tidak dikehendaki.
- Tokoh utama Kalimah adalah perempuan korban pemerkosaan yang berkali-kali mencoba menggugurkan kandungannya namun janin tetap bertahan.
- Novel ini mengeksplorasi tema mendalam tentang trauma generasi, tanggung jawab moral, dan penerimaan nasib yang tidak pernah menjadi kesalahan seseorang.
RRI.CO.ID, Singaraja – Seseorang bisa saja menghabiskan seluruh hidupnya untuk memperbaiki sesuatu yang tidak pernah menjadi kesalahannya. Itu adalah hal yang sulit saya lupakan setelah menamatkan Korpus Uterus, novel bikinan Sasti Gotama.
Novel ini mengisahkan Panuluh yang lahir dari Kalimah, seorang perempuan korban pemerkosaan. Ia hamil dan kehamilan itu tidak ia kehendaki. Berkali-kali Kalimah mencoba menggugurkannya, tetapi janin itu tetap bertahan sampai akhirnya lahir.
Setelah itu Panuluh tidak memperoleh apa yang biasanya kita bayangkan sebagai masa kanak-kanak. Ia diberi makan, dirawat, tetapi tidak sungguh-sungguh disayangi.
Sasti memulai ceritanya dari sana. Dari Perempuan yang tidak pernah ingin hamil; dari anak yang kehadirannya tidak diinginkan.
Panuluh kemudian tumbuh dengan keyakinan yang agak ganjil, tetapi cukup bisa kita pahami: kalau hidupnya sendiri terasa seperti sebuah kesalahan, mungkin ia dapat mencegah orang lain mengalami hal yang sama.
Maka mimpinya, cita-cita hidupnya adalah menjadi ahli aborsi. Pekerjaannya merupakan semacam perpanjangan dari masa kecilnya. Ia ingin menghapus kemungkinan lahirnya anak-anak yang akan mengalami nasib seperti dirinya.
Korpus Uterus punya cara khas dalam membicarakan tubuh. Sasti tidak menjaga jarak dengan tubuh manusia. Berbagai istilah medis hadir begitu saja. Tidak basa-basi.
Latar belakangnya sebagai dokter cukup terasa. Pengetahuan medisnya bukan tempelan belaka. Ia bisa menggambarkan kehamilan dan proses reproduksi dengan sangat jelas.
Ada kalanya detail medis membuat adegan terasa sangat dekat. Ada kalanya pula saya merasa Sasti terlalu senang menunjukkan bahwa ia tahu banyak hal tentang tubuh. Beberapa bagian seperti sengaja dibuat lebih gamblang daripada yang sebenarnya diperlukan oleh cerita.
Tapi mungkin memang begitu cara Sasti bekerja. Ia tidak ingin tubuh menjadi sesuatu yang dibicarakan dalam senyap.
Judul Korpus Uterus sendiri baru terasa semakin menarik setelah kita memahami hubungan Panuluh dengan kelahirannya.
Rahim adalah tempat yang ingin ia tinggalkan sekaligus tempat yang terus ia pikirkan. Ia lahir dari rahim seorang perempuan yang tidak menginginkannya, kemudian sepanjang hidupnya berurusan dengan rahim perempuan lain.
Kiranya Panuluh tidak pernah benar-benar selesai dengan asal-usulnya.

Judul: Korpus Uterus
Pengarang: Sasti Gotama
Gramedia Pustaka Utama, 2025
296 halaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....