Pemuda Menyali Gerakkan Regenerasi Tari Legong Pengeleb
- 10 Sep 2026 18:43 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Upaya menjaga keberlangsungan Tari Legong Pengeleb khas Desa Menyali, Kabupaten Buleleng, Bali, terus dilakukan generasi muda. Pemuda Pelopor Bidang Seni dan Budaya Kabupaten Buleleng Tahun 2026, I Gede Febry Suka Wirya Artha, menggagas revitalisasi Tari Legong Pengeleb setelah melihat minimnya regenerasi penari. Tarian khas Desa Menyali ini sebelumnya sempat punah sebelum direkonstruksi kembali oleh para pelaku seni.
Febry kemudian membentuk Tari Legong Movement sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar dan mementaskan Tari Legong Pengeleb. Komunitas ini kini melibatkan lebih dari seratus anggota, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang tidak hanya belajar gerakan tari tetapi juga sejarah dan nilai budaya di dalamnya.
Febry mengatakan pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari desa adat, pemerintah desa, organisasi kepemudaan, hingga pelaku seni. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat regenerasi sekaligus menjaga keberlanjutan Tari Legong Pengeleb.
"Kerja sama dengan beberapa stakeholder itu menjadi semangat buat saya. Bukan saya hanya berdiri sendiri, tapi juga dengan teman-teman yang lainnya," ujar Febry.
Selain regenerasi, komunitas juga masih menghadapi keterbatasan perlengkapan pementasan, terutama busana khas Tari Legong Pengeleb yang hingga kini masih harus disewa dari sanggar lain.
“Walaupun Desa Menyali ini ciri khasnya Tari Legong Pengeleb, kami masih belum punya pakaian tersebut. Sebelumnya kami menyewa di salah satu sanggar,” kata Febry.
Melalui pelatihan dan pementasan, generasi muda didorong semakin percaya diri sekaligus memiliki kepedulian terhadap warisan budaya lokal. Gerakan ini diharapkan mampu menjaga identitas budaya Desa Menyali sekaligus memastikan Tari Legong Pengeleb terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....