Ratusan Sokok Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Pegayaman

  • 26 Agt 2026 23:42 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026 dengan meriah dan melibatkan berbagai tradisi lokal.
  • Rangkaian kegiatan mencakup pawai, acara seremonial yang dihadiri undangan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng dan berbagai instansi, serta pertunjukan kesenian tradisional.
  • Penampilan kesenian tradisional meliputi seke hadrah, seni bordah, dan pencak silat melepat yang menggunakan kayu, diakhiri dengan pembagian sedekah telur yang dihias dalam bentuk sokok.

RRI.CO.ID, Singaraja - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu, 26 Agustus 2026, berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian tradisi, mulai dari pawai, kegiatan seremonial, pertunjukan kesenian, hingga pembagian sedekah telur yang dihias dalam bentuk sokok.

Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Desa Pegayaman, Abdul Manaf, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan pawai dan acara seremonial yang dihadiri undangan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng serta berbagai instansi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan kesenian tradisional, seperti seke hadrah, seni bordah, dan pencak silat melepat yang menggunakan kayu.

“Setelah acara ini selesai, kemudian dilanjutkan di masjid yang diawali dengan pembacaan selawat oleh guru penghulu, kemudian pembagian telur. Sampai di sana insyaallah acaranya selesai,” ujarnya.

Salah satu tradisi yang menjadi perhatian dalam peringatan tersebut adalah pembagian sedekah telur yang disusun dalam bentuk sokok. Tahun ini, jumlah sokok yang disiapkan mencapai sekitar 200 buah. Setiap sokok sedikitnya berisi 40 butir telur, bahkan terdapat sokok berukuran besar yang menggunakan hingga 600 butir telur.

Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Desa Pegayaman, Abdul Manaf, saat memberikan keterangan mengenai tradisi Sokok dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman, Buleleng, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: RRI/Tika Utami)

Abdul Manaf mengatakan telur yang digunakan untuk membuat sokok diperoleh dari para pedagang setempat yang memasok kebutuhan dari distributor. Sokok tersebut nantinya dibagikan kepada kelompok hadrah, bordah, zikir, para undangan, serta masyarakat.

“Antusias masyarakat cukup besar. Bahkan keluarga-keluarga kita yang ada di Lombok, Jawa, kemudian Denpasar juga pulang untuk mengikuti kegiatan peringatan Nabi Besar Muhammad SAW,” katanya.

Ia menambahkan, secara umum rangkaian peringatan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, panitia berupaya memperbaiki sejumlah kendala, terutama pelaksanaan pawai yang pada tahun lalu sempat mengalami hambatan sehingga beberapa rangkaian kegiatan tidak dapat terlaksana secara optimal.

Selain kegiatan utama pada Rabu, 26 Agustus, Abdul Manaf menyebut sejumlah prosesi sakral juga telah dilaksanakan sebelumnya bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Prosesi tersebut meliputi selamatan dan sejumlah tradisi desa yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi di Pegayaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....