“Uriping Rasa” Jadi Pesan Buleleng Festival 2026 untuk Generasi Muda

  • 19 Agt 2026 07:46 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Buleleng Festival 2026 mengangkat tema 'Uriping Rasa' dengan fokus menjaga keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman.
  • Festival berlangsung 18-23 Agustus 2026 di Singaraja dengan menghadirkan pertunjukan seni, pameran kreatif, kuliner, dan ruang diskusi kebudayaan.
  • Pembukaan festival menampilkan kolaborasi 150 penari dari tiga kelompok (Wiranjaya, Palawakya, dan Truna Jaya) yang menggambarkan konsep 'Sunia Campuhan Parisuda'.

RRI.CO.ID, Singaraja - Buleleng Festival 2026 mengangkat tema “Uriping Rasa” sebagai pesan untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman. Festival yang berlangsung 18 hingga 23 Agustus 2026 ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, pameran kreatif, kuliner, hingga ruang diskusi kebudayaan.

Nuansa budaya langsung terasa pada malam pembukaan di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa, 18 Agustus. Sebanyak 150 penari dari tiga kelompok, Wiranjaya, Palawakya, dan Truna Jaya, tampil dalam kolaborasi yang menggambarkan konsep “Sunia Campuhan Parisuda”.

Konsep tersebut merepresentasikan penyucian untuk mencapai kejernihan pikiran dan ketenangan batin. Pertunjukan menjadi bagian dari penanda dimulainya rangkaian Buleleng Festival 2026.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, “Uriping Rasa” mengajak masyarakat menjaga hubungan dengan leluhur, mencintai tanah kelahiran, serta bangga terhadap identitas budaya.

Ia menekankan bahwa perkembangan zaman tidak semestinya membuat tradisi ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi perlu menemukan ruang baru agar tetap hidup dan dapat diterima generasi masa kini.

“Teruslah berkarya menjaga tradisi dan melakukan inovasi. Kepada generasi muda kenali, cintai, dan banggalah pada budaya Anda,” kata Sutjidra.

Rangkaian festival juga mempertemukan seni dengan aktivitas ekonomi kreatif. Produk UMKM, kriya, dan kerajinan ditampilkan di Gedung Wanita Laksmigraha dan Galeri Singa Ambara Raja. Sementara Buleleng Digital Expo digelar di kawasan Ruang Terbuka Hijau Rumah Jabatan Bupati dan aneka kuliner hadir di Jalan Veteran serta sekitarnya.

Menurut Sutjidra, rangkaian tersebut diharapkan membentuk ekosistem kebudayaan yang mencakup seni, pengetahuan, kreativitas, ekonomi, dan teknologi.

Dari sisi kesenian, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut karakter khas seni Buleleng perlu terus dijaga dan dikembangkan. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi seniman agar keberadaan kesenian Buleleng tetap berlanjut.

“Semoga kegiatan ini mampu memacu semangat berkesenian, kreativitas dan inovasi bagi para seniman dan insan kreatif lainnya, namun tetap berpegang teguh pada akar kebudayaan Bali,” ujar Koster.

Melalui Buleleng Festival 2026, seni dan budaya Buleleng diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenali kembali identitas budaya sekaligus membuka peluang bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....