SLF 2026 Dorong Gedong Kirtya Menjadi Pusat Peradaban Manuskrip Dunia
- 03 Jul 2026 08:41 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tidak hanya menghadirkan puluhan penulis nasional, tetapi juga membawa misi menghidupkan kembali Gedong Kirtya sebagai pusat kajian manuskrip dan pengetahuan lokal.
Pendiri sekaligus Direktur SLF, Kadek Sonia Piscayanti, mengatakan Gedong Kirtya menyimpan ribuan lontar, prasasti, dan naskah kuno yang merekam berbagai sistem pengetahuan, mulai dari sastra, sejarah, pengobatan tradisional, hukum, hingga kosmologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan pola literasi membuat banyak manuskrip semakin jauh dari pembacanya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya Singaraja Literary Festival pada 2023.
"Kami memiliki proyeksi sepuluh tahun ke depan untuk menjadikan Gedong Kirtya sebagai pusat peradaban manuskrip dunia. Potensinya sangat besar karena banyak jejak pengetahuan Nusantara yang tersimpan di sini," ujar Sonia dalam konferensi pers, Senin 22 Juni 2026.
Singaraja memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat intelektual di Bali. Kota ini pernah menjadi ibu kota Kepulauan Sunda Kecil dan dikenal sebagai tempat berkembangnya tradisi literasi serta manuskrip lontar.
Melalui SLF, penyelenggara berupaya membuka kembali akses masyarakat terhadap kekayaan manuskrip yang selama ini lebih banyak tersimpan di ruang penyimpanan. Festival menghubungkan manuskrip dengan sastra, seni pertunjukan, serta dialog lintas disiplin agar lebih dekat dengan publik.
Pendiri SLF, Made Adnyana Ole, menambahkan penyelenggaraan festival juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi Singaraja melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif.
SLF 2026 menghadirkan 42 program dengan melibatkan puluhan penulis, filolog, akademisi, dan pegiat budaya dari berbagai daerah. Melalui festival ini, Gedong Kirtya diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan manuskrip, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi pengembangan pengetahuan dan kebudayaan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....