Paguyuban SLJU Berkomitmen Jaga Warisan Budaya dan Perkuat Siaran Budaya
- 02 Jul 2026 07:31 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Pengurus Paguyuban Sudang Lepet Jukut Undis (SLJU) RRI Singaraja yang baru dikukuhkan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlangsungan program budaya yang telah menjadi bagian dari masyarakat Buleleng sejak 1994.
Ketua Paguyuban SLJU, Wayan Sukerena, menyampaikan bahwa keberadaan paguyuban bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pengabdian bagi para pecinta seni tradisi Bali agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
"Ini adalah momentum yang sangat baik, di mana kita dapat berbakti untuk melestarikan budaya kita sendiri. Di era global ini, tantangan terhadap budaya lokal sangat besar. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan, lalu siapa lagi," katanya.
Ia menjelaskan, Sudang Lepet Jukut Undis pertama kali dikukuhkan pada 1 Juli 1994 bersamaan dengan peresmian Gedung Budaya RRI Singaraja. Selama lebih dari tiga dekade, program tersebut telah melewati berbagai tantangan, termasuk penurunan aktivitas saat pandemi COVID-19 dan wafatnya sejumlah tokoh yang merintis program tersebut.
Meski demikian, semangat para anggota untuk mempertahankan keberadaan SLJU tidak pernah surut. Menurutnya, kini pencinta program tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Buleleng, tetapi juga telah berkembang hingga kabupaten lain di Bali.
Dalam kesempatan itu, pengurus juga berharap durasi siaran budaya dapat ditambah agar semakin banyak seniman dan masyarakat memperoleh kesempatan tampil.
"Harapan kami, kiranya waktu siaran bisa dikembalikan seperti dulu. Kalau belum bisa dua jam, setidaknya satu setengah jam, karena peminatnya sangat banyak dan yang ingin tampil di studio terus bertambah," ucapnya.
Selain itu, Paguyuban SLJU menyambut baik kembali dilaksanakannya siaran langsung dari desa-desa yang dinilai mampu mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang promosi budaya lokal.
Melalui kepengurusan baru, Paguyuban SLJU berharap kolaborasi bersama RRI Singaraja terus diperkuat sehingga seni geguritan, tembang, dan berbagai ekspresi budaya Bali tetap lestari serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....