Ngaturang Penganyar Piodalan Pura Agung Jagatnatha Libatkan Umat 9 Kecamatan

  • 30 Jun 2026 12:02 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Usai puncak pelaksanaan Piodalan Pura Agung Jagatnatha Kabupaten Buleleng pada Purnama Kaesa, Senin 29 Juni 2026, rangkaian kegiatan keagamaan dilanjutkan dengan Ngaturang Penganyar yang melibatkan umat Hindu dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Buleleng.

Rangkaian Ngaturang Penganyar berlangsung mulai Selasa, 30 Juni 2026 hingga Rabu 8 Juli 2026 sebagai bentuk partisipasi dan kebersamaan umat dalam menghaturkan bhakti berupa banten pengayar beserta runtutannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan pemberitahuan Prajuru Pura Agung Jagatnatha Buleleng, pelaksanaan Ngaturang Penganyar dilakukan secara bergiliran oleh masing-masing kecamatan, diawali oleh Kecamatan Gerokgak pada Anggara Pon Langkir, Selasa 30 Juni 2026 pukul 15.00 hingga selesai. Selanjutnya, rangkaian penganyar dilaksanakan oleh kecamatan lainnya hingga ditutup oleh Kecamatan Buleleng pada Buda Umanis Medangsia, Rabu 8 Juli 2026 pukul 14.00 hingga selesai.

Adapun jadwal Ngaturang Penganyar Piodalan Pura Agung Jagatnatha Buleleng tahun 2026 yakni:

  • Selasa, 30 Juni 2026 - Kecamatan Gerokgak - Anggara Pon Langkir, pukul 15.00–selesai
  • Rabu, 1 Juli 2026 - Kecamatan Seririt - Buda Wage Langkir, pukul 15.00–selesai
  • Kamis, 2 Juli 2026 - Kecamatan Banjar - Wraspati Kliwon Langkir, pukul 15.00–selesai
  • Jumat, 3 Juli 2026 - Kecamatan Busungbiu - Sukra Umanis Langkir, pukul 15.00–selesai
  • Sabtu, 4 Juli 2026 - Kecamatan Sukasada - Saniscara Paing Langkir, pukul 15.00–selesai
  • Minggu, 5 Juli 2026 - Kecamatan Sawan - Redite Pon Medangsia, pukul 15.00–selesai
  • Senin, 6 Juli 2026 - Kecamatan Kubutambahan - Soma Wage Medangsia, pukul 15.00–selesai
  • Selasa, 7 Juli 2026 - Kecamatan Tejakula - Anggara Kliwon Medangsia, pukul 15.00–selesai
  • Rabu, 8 Juli 2026 - Kecamatan Buleleng - Buda Umanis Medangsia, pukul 14.00–selesai

Khusus pelaksanaan Ngaturang Penganyar oleh Kecamatan Buleleng, waktu kegiatan dimajukan satu jam lebih awal. Hal tersebut berkaitan dengan adanya rangkaian kegiatan ngiringang Ida Bhatara untuk ngaturang suci penerus sidhakarya serta ngantukang Bhatara Tirtha saking kahyangan jagat Bali menuju Segara Pabeyan (eks Pelabuhan Buleleng).

Prajuru dan panitia piodalan mengajak seluruh umat yang hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kesucian, dan kebersihan kawasan pura selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain meningkatkan sradha dan bhakti, umat juga diharapkan mampu mengimplementasikan nilai Tri Hita Karana, khususnya menjaga hubungan harmonis dengan alam atau palemahan. Implementasi tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, seperti mengurangi penggunaan sampah plastik, menjaga kebersihan area persembahyangan, serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan di sekitar pura.

Melalui rangkaian Piodalan Pura Agung Jagatnatha Buleleng tahun 2026, umat Hindu tidak hanya diajak meningkatkan nilai spiritual dan kebersamaan, tetapi juga memperkuat kesadaran untuk menjaga kesucian tempat suci serta kelestarian lingkungan. Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan khidmat sebagai momentum memperkuat sradha bhakti serta keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....