Parade Busana, Buleleng Angkat Tradisi Desa Tua di PKB 2026

  • 22 Jun 2026 09:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Belasan peraga busana dari Kabupaten Buleleng berhasil menarik perhatian penonton dalam Utsawa (Parade) Busana Adat Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu 21 Juni 2026.

Penampilan Buleleng tidak hanya menampilkan keindahan busana adat, tetapi juga menyajikan alur cerita budaya yang menggambarkan warisan tradisi yang masih hidup di desa-desa tua di Buleleng. Berbagai busana khas seperti Payas Ningrat Buleleng, busana Pecalang, hingga busana Bali Mula Sidetapa ditampilkan dalam satu rangkaian pertunjukan.

Koordinator Parade Busana Adat Kabupaten Buleleng, Nyonya Karnadi Parwati Panji, mengatakan penampilan tahun ini dirancang sebagai narasi budaya yang utuh sesuai tema PKB 2026, Atma Kerti: Mahakarya Jagat Kerthi. Setiap busana ditampilkan berurutan untuk menggambarkan prosesi adat khas Buleleng.

“Payas pengantin tetap kami tampilkan karena merupakan identitas daerah yang harus terus diperkenalkan. Kami juga menampilkan busana Desa Bali Mula yang masih lestari hingga saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, parade diawali dengan Busana Pecalang Buleleng yang melambangkan penjaga adat dan keseimbangan antara dunia sekala dan niskala. Penampilan dilanjutkan dengan busana prajuru Desa Bali Mula Sidetapa yang mencerminkan kesetiaan terhadap adat leluhur.

Selanjutnya, Busana Pengantin Ningrat Buleleng ditampilkan sebagai identitas budaya daerah yang sarat ornamen tradisional. Busana ini menggambarkan kekhasan pengantin Buleleng yang berbeda dengan daerah lain di Bali.

Parade berlanjut pada prosesi Memukur yang ditandai dengan busana khusus kerabat puri sebagai simbol perjalanan spiritual dari sekala menuju niskala. Puncaknya, ditampilkan prosesi Ngadegang Bubur Dewata yang menggambarkan penyucian dan pemohonan tuntunan para dewata bagi leluhur.

Salah satu peraga, Ketut Andika Pratama Dwi Payana, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan makna di balik busana adat Buleleng kepada masyarakat luas.

“Ini pengalaman pertama saya. Saya berharap masyarakat tidak hanya melihat keindahannya, tetapi juga memahami sejarah dan makna budaya di balik busana ini,” katanya.

Ia menambahkan, para peraga telah menjalani persiapan selama satu hingga dua bulan sebelum tampil di panggung PKB. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang penting untuk mengenalkan busana adat khas Buleleng, termasuk dari desa Bali Aga yang masih belum banyak diketahui masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....