Jnana Citta Prakasa, Spirit Pengembangan Kreativitas Mahasiswa PGSD

  • 08 Jun 2026 06:43 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Lomba Opera PGSD Tahun 2026 di IAHN Mpu Kuturan Singaraja tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga mengangkat pesan filosofis melalui tema “Jnana Citta Prakasa” yang menekankan pentingnya pengetahuan dan kebijaksanaan dalam membentuk cara berpikir generasi muda.

Ketua Panitia, Gede Dipa Okta Nanda, menjelaskan bahwa tema tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki makna mendalam. “Jnana” berarti pengetahuan atau kebijaksanaan sejati, “Citta” berarti pikiran atau kesadaran batin, dan “Prakasa” berarti cahaya atau penerangan.

“Secara filosofis, Jnana Citta Prakasa menggambarkan kondisi ketika batin seseorang tercerahkan oleh pengetahuan sejati sehingga pikiran menjadi jernih, sadar, dan penuh kebijaksanaan dalam melihat kehidupan,” ucapnya.

Nilai tersebut kemudian diterjemahkan peserta ke dalam berbagai karya pertunjukan yang mengangkat pesan-pesan edukatif dan reflektif. Panitia juga memberikan penekanan agar cerita yang ditampilkan bebas dari unsur kekerasan maupun adegan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan.

Langkah tersebut dilakukan agar opera dapat menjadi media pembelajaran yang positif sekaligus relevan dengan peran mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik.

Salah satu dewan juri, I Gusti Ngurah Eka Prasetya dari Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, menilai opera merupakan bentuk seni pertunjukan yang memiliki tantangan tersendiri karena menggabungkan berbagai unsur seni dalam satu pementasan.

Menurutnya, pengalaman menyaksikan dan menilai opera memberikan gambaran tentang bagaimana mahasiswa mampu mengadaptasi konsep seni pertunjukan yang berkembang secara global ke dalam karya yang sesuai dengan konteks lokal dan dunia pendidikan.

Sementara itu, Ketua Prodi PGSD Ni Nyoman Lisna Handayani mengajak mahasiswa memaknai tema yang diusung sebagai dorongan untuk terus mengembangkan wawasan dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui tema Jnana Citta Prakasa, mari kita jadikan pengetahuan sebagai cahaya yang menerangi pikiran dan kebijaksanaan sebagai cahaya yang menghangatkan hati,” katanya.

Ia berharap setiap peserta tidak hanya mengejar hasil perlombaan, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai pembelajaran yang diperoleh selama proses berkarya. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membentuk calon guru yang kreatif, reflektif, dan mampu menginspirasi peserta didik di masa depan.

Melalui kegiatan ini, opera tidak lagi dipandang sekadar sebagai pertunjukan seni, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, serta penguatan nilai-nilai pendidikan yang akan dibawa mahasiswa ke dunia kerja dan pengabdian di masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....