Lagu Janger, Simbol Keceriaan dan Semangat Muda-Mudi Bali

  • 04 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Lagu “Janger” atau “Mejangeran” merupakan salah satu lagu daerah khas Bali yang sangat populer di masyarakat. Lagu ini diciptakan oleh I Gede Dharna sekitar tahun 1920-an hingga 1930-an dan menjadi bagian penting dari kesenian tari pergaulan Bali.

Lagu Janger menggambarkan suasana riang, kebersamaan, dan semangat muda-mudi Bali dalam berkumpul serta menari bersama. Pada awal kemunculannya, nyanyian ini terinspirasi dari kebiasaan para petani kopi di Bali yang saling bersahut-sahutan untuk menghilangkan rasa lelah saat bekerja di ladang.

Berikut penggalan lirik lagu Janger:

“Ara sijang jangi janger ko pyak epong

Ara sijang jangi janger ko pyak epong

Kopyak sledet kopyak sledet pak de dut sir”

Lirik tersebut didominasi bunyi vokal ritmis yang bertujuan membangun suasana ceria dan penuh semangat. Kata-kata seperti “jangi janger” dan “kopyak epong” lebih menonjolkan irama musikal dibanding makna harfiah.

Sementara itu, istilah “kopyak sledet” menggambarkan gerakan mata khas penari Bali yang disebut sledet, yakni lirikan mata tajam dan dinamis yang menjadi ciri utama tarian Bali.

Secara keseluruhan, lagu Janger mengandung pesan tentang kegembiraan, optimisme, serta kehangatan pergaulan remaja Bali. Lagu ini juga menjadi simbol kebersamaan dan hiburan rakyat yang tetap lestari hingga sekarang.

Selain dikenal sebagai pencipta lagu Janger, I Gede Dharna juga merupakan tokoh penting dalam perkembangan musik Bali. Beliau pernah memimpin grup musik legendaris Band Putra Dewata pada era 1960-an dan berkontribusi besar dalam mempopulerkan musik Bali ke masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....