Menata Hati dan Diri: Refleksi Ahimsa di Era Digital

  • 14 Mei 2026 05:04 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat, masyarakat saat ini dihadapkan pada tantangan baru dalam menjaga sikap, emosi, dan perilaku sehari-hari. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi informasi dan mempererat hubungan, tidak jarang justru menjadi ruang munculnya ujaran kebencian, perundungan digital, hingga penyebaran informasi yang memicu konflik. Dalam situasi tersebut, nilai Ahimsa menjadi sangat relevan untuk kembali direnungkan dan diterapkan.

Wahyanti dan Kadek Purnamayani Penyuluh Agama Hindu dari Kemenag Kabupaten Buleleng dalam Dialog Renungan Pagi Pro 1 RRI Singaraj Kamis, 14 Mei 2026 mengatakan, "Ahimsa merupakan ajaran tentang tidak menyakiti, baik melalui pikiran, perkataan, maupun tindakan. Nilai ini mengajarkan manusia untuk hidup dengan kasih sayang, menghormati sesama, dan menjaga harmoni dalam kehidupan. Di era digital, penerapan Ahimsa tidak hanya dilakukan dalam kehidupan nyata, tetapi juga dalam aktivitas bermedia sosial dan berinteraksi di dunia maya".

Refleksi Ahimsa di era digital mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Setiap komentar, unggahan, maupun tanggapan yang disampaikan di media sosial memiliki dampak besar terhadap orang lain. Karena itu, penting untuk menata hati sebelum menulis sesuatu, serta menata diri agar tidak mudah terpancing emosi oleh berbagai informasi yang beredar.

Selain itu, Ahimsa juga dapat diwujudkan dengan menghentikan kebiasaan menyebarkan berita bohong, fitnah, maupun konten yang dapat melukai perasaan orang lain. Sikap saling menghargai perbedaan pendapat menjadi salah satu bentuk nyata penerapan Ahimsa dalam kehidupan digital saat ini.

Generasi muda sebagai pengguna aktif media sosial memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan damai. Dengan menanamkan nilai kesadaran, empati, dan pengendalian diri, media sosial dapat menjadi sarana edukasi, inspirasi, serta penyebaran energi positif bagi masyarakat luas.

Melalui refleksi Ahimsa, masyarakat diajak untuk tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijaksana secara moral dan spiritual. Menata hati dan diri di era digital menjadi langkah penting untuk menjaga kedamaian, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Dengan menerapkan nilai Ahimsa dalam keseharian, dunia digital tidak lagi menjadi ruang penuh konflik, melainkan tempat tumbuhnya toleransi, kasih sayang, dan keharmonisan antar sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....