IWFP 2026 Gaungkan Pesan Perdamaian dan Toleransi dari Buleleng

  • 09 Mei 2026 22:06 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • IWFP 2026
  • Gaungkan Pesan Perdamaian
  • Perdamaian dan Toleransi
  • Toleransi dari Buleleng

RRI.CO.ID, Singaraja - Semangat perdamaian dan toleransi kembali digaungkan melalui perjalanan spiritual lintas daerah bertajuk Indonesia Walk For Peace (IWFP) Tahun 2026 yang singgah di Kabupaten Buleleng. Ratusan umat dan tokoh lintas agama turut menyambut kedatangan para Bhikkhu di Wihara Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar, Jumat, 8 Mei.

Perjalanan damai tersebut dilepas langsung di kawasan wihara dan dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna.

Indonesia Walk For Peace merupakan gerakan berjalan lintas daerah yang membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan harmoni dalam keberagaman dalam rangka memperingati Hari Waisak. Perjalanan para Bhikkhu dimulai dari Thailand, kemudian melintasi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan berakhir di Candi Borobudur. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu titik persinggahan para peserta sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bermakna sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol perdamaian yang dipancarkan dari Bali untuk masyarakat luas hingga dunia internasional.

“Kegiatan ini tidak semata-mata merupakan kegiatan fisik maupun kegiatan keagamaan yang sakral, tetapi juga membawa pesan perdamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Kami yakin kegiatan ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujarnya.

Menurut Koster, semangat perjalanan damai tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya. Nilai toleransi dan kedamaian disebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i mengapresiasi pelaksanaan IWFP sebagai wujud nyata nilai toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat Indonesia sejak lama melalui ajaran agama masing-masing.

Ia menyebut seluruh agama mengajarkan manusia untuk mampu mengendalikan diri, menebarkan kedamaian, serta membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah hidup di Nusantara sejak ratusan tahun lalu,” ucapnya.

Menurut Syafi’i, kerukunan umat beragama yang terbangun saat ini lahir dari pelaksanaan ajaran agama yang dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, hadir untuk menjaga dan memperkuat toleransi agar tetap terpelihara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Hal itu menjadi bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” katanya.

Kegiatan IWFP di Wihara Brahmavihara Arama juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan umat Buddha yang hadir untuk mendukung perjalanan damai para Bhikkhu menuju puncak perayaan Waisak di Candi Borobudur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....