Metatah Massal di Desa Cempaga, Ringankan Beban Krama dan Jaga Kesakralan Tradisi
- 20 Apr 2026 20:50 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Metatah Massal
- Desa Cempaga
- Ringankan Beban Krama
- Jaga Kesakralan Tradisi
RRI.CO.ID, Singaraja – Upacara metatah (potong gigi) massal digelar di Wantilan Desa Cempaga, Senin 20 April. Kegiatan ini dinilai membantu masyarakat dalam melaksanakan salah satu rangkaian Manusa Yadnya, khususnya dari sisi pembiayaan tanpa mengurangi nilai kesakralannya.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa metatah merupakan upacara penting dalam kehidupan umat Hindu sebagai simbol pendewasaan diri.
“Pelaksanaan metatah secara massal ini merupakan langkah positif yang tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga tetap menjaga nilai kesucian dan makna dari yadnya itu sendiri,” ujar Gede Supriatna.
Ia menambahkan, tradisi metatah juga memiliki makna spiritual sebagai upaya mengendalikan enam sifat negatif dalam diri manusia atau Sad Ripu. Oleh karena itu, pelaksanaannya perlu tetap dijaga kesuciannya meskipun dilakukan secara kolektif.
Sementara itu, Ketua Panitia, I Nyoman Sukanata, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program Desa Adat yang digagas bersama prajuru dan krama sebagai bentuk kebersamaan serta kepedulian sosial.
Sebanyak 125 peserta tercatat mengikuti metatah massal ini. Pembiayaan kegiatan sebagian besar bersumber dari urunan peserta dengan kontribusi sebesar Rp500 ribu per orang.
“Melalui kebersamaan krama dan dukungan desa adat, pelaksanaan metatah massal ini dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga makna dan kesakralan yadnya,” ucap I Nyoman Sukanata.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan secara lebih ringan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan desa adat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....