Penguatan Pasemetonan Jadi Sorotan Maha Sabha VII Siwa Muka Bulakan di Gobleg
- 20 Apr 2026 20:27 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Penguatan Pasemetonan
- Jadi Sorotan
- Maha Sabha VII
- Siwa Muka Bulakan
RRI.CO.ID, Singaraja — Penguatan pasemetonan serta ajegnya nilai-nilai tradisi menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Maha Sabha VII Pemeluk Siwa Muka Bulakan Dalem Tamblingan yang digelar di Wantilan Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Minggu 19 April. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan semeton sekaligus momentum untuk menjaga keberlanjutan adat, agama, dan budaya di tengah dinamika modernisasi.
Maha Sabha tidak hanya dimaknai sebagai agenda rutin organisasi, namun juga sebagai wadah konsolidasi untuk mempererat kebersamaan serta menyatukan arah gerak pasemetonan ke depan. Dalam forum tersebut, berbagai hal strategis dibahas, mulai dari penguatan struktur organisasi hingga penyusunan program yang menyentuh kebutuhan semeton.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Maha Sabha memiliki peran penting dalam menjaga soliditas pasemetonan. Menurutnya, keberadaan semeton Siwa Muka Bulakan perlu tetap ajeg dan mampu menjadi penjaga nilai-nilai leluhur dalam kehidupan bermasyarakat.
“Maha Sabha ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi momentum untuk memperkuat ikatan pasemetonan serta menyatukan visi dalam menjaga tradisi dan pengabdian,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum ini juga menjadi sarana merumuskan program-program utama yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi seluruh anggota. Dengan demikian, pasemetonan diharapkan mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai leluhur dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Maha Sabha, termasuk pentingnya menjaga identitas spiritual dan budaya agar tetap kokoh.
Selain itu, aspek regenerasi turut menjadi perhatian. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi, sekaligus sebagai upaya mengembangkan nilai-nilai tradisi secara kontekstual tanpa meninggalkan akar budaya.
“Nilai-nilai leluhur harus tetap menjadi kompas agar kita tidak kehilangan arah. Regenerasi juga perlu terus berjalan agar organisasi tetap hidup dan berkembang,” kata Gede Supriatna.
Melalui pelaksanaan Maha Sabha VII ini, diharapkan pasemetonan Siwa Muka Bulakan Dalem Tamblingan dapat semakin solid serta mampu menghasilkan program-program yang memberikan kontribusi positif, baik bagi anggotanya maupun bagi masyarakat luas di Kabupaten Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....