Melasti Purnama Kedasa, Upacara Penyucian Diri Lahir Batin dan Alam Semesta
- 02 Apr 2026 16:54 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Hari ini Kamis, 2 April 2026 umat Hindu merayakan Hari Purnama Kedasa. Purnama dalam ajaran Hindu merupakan hari suci bulan penuh (± 30 hari sekali) yang bermakna "sempurna" (dari kata purna).
Bertepatan dengan Purnama Kedasa, Ribuan Warga Desa Pekraman Buleleng menjalankan prosesi melasti sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi ke Pantai Segara Buleleng, Pelabuhan Buleleng. Apabila biasanya sejumlah Desa Pekraman lain di Bali menggelar melasti sebelum Hari Raya Nyepi, Prosesi melasti prosesi melasti di Desa Pekraman Buleleng justru dilaksanakan setelah Hari Raya Nyepi.
Melasti Purnama Kedasa merupakan upacara penyucian diri (lahir-batin) dan alam semesta yang dilaksanakan umat Hindu Bali saat bulan purnama pada bulan ke-10 (Sasih Kedasa). Ritual ini bertujuan menghanyutkan kotoran dunia (Anganyutaken Laraning Jagat), mengambil sari-sari kehidupan (amerta), dan memohon kesucian ke sumber air (laut/danau).
Adapin Makna Mendalam Melasti Purnama Kedasa adalah sebagai berikut:
- Penyucian (Ngereresik): Membersihkan diri dari sifat-sifat negatif (panca klesa) dan mensucikan alam lingkungan.
- Permohonan Amerta: Memohon air suci kehidupan kepada Tuhan sebagai Sang Hyang Sunya Amerta.
- Harmoni Sekala-Niskala: Menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan spiritual, seringkali dikaitkan dengan ritual Nangluk Desa untuk menolak bala.
- Penghormatan Dewata: Saat Purnama Kedasa, diyakini Dewata turun memberikan anugerah-Nya.
Ritual ini dipercaya sebagai momen penting untuk membuang segala hal buruk di masa lalu. Selain itu juga menyambut energi positif dengan penuh kesucian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....