Burdah Loloan, Warisan Islam Berusia Ratusan Tahun

  • 31 Mar 2026 13:27 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Kampung Loloan di Kabupaten Jembrana dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman muslim yang telah berkembang sejak ratusan tahun lalu. Berlokasi di bantaran Sungai Ijogading, masyarakat di wilayah ini hidup berdampingan secara harmonis dengan pemeluk agama lain di sekitarnya.

Seiring perjalanan sejarah, sejumlah peninggalan perkembangan Islam masih dapat dijumpai dan terjaga dengan baik di Kampung Loloan. Selain makam-makam tua, terdapat pula warisan budaya khas bernuansa Melayu seperti rumah panggung dan kesenian burdah.

Burdah merupakan alat musik tradisional yang telah ada sejak ratusan tahun silam. Bentuknya menyerupai rebana hadrah, namun memiliki ukuran lebih besar. Cara memainkannya dengan ditabuh, dengan irama yang cenderung lebih sederhana dibandingkan rebana yang lebih variatif.

Lantunan yang mengiringi burdah umumnya berisi syair-syair bernuansa Islami yang sarat dengan nilai religius. Syair tersebut banyak menggunakan bahasa Melayu dan mengandung pesan moral serta ajaran kehidupan. Salah seorang pelantun burdah, H. Nur, mengatakan kesenian ini memiliki kemiripan dengan kasidah, yakni menyampaikan syair yang mengandung ayat-ayat suci dan nasihat.

“Isi syairnya banyak berisi pesan kehidupan, mulai dari nasihat tentang kematian hingga petuah bagi pasangan yang akan menikah,” ujarnya Selasa 31 Maret 2026.

Ia menambahkan, burdah biasanya dimainkan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan adat, seperti peringatan hari besar Islam, acara tujuh bulanan kehamilan, pernikahan, hingga khitanan. Keberadaan burdah hingga kini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Loloan. Alat musik ini diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad dan tetap dilestarikan sebagai warisan budaya Islam di Jembrana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....