Pangrupukan Festival Jadi Wadah Pelestarian Budaya

  • 20 Mar 2026 15:19 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Pangrupukan Festival
  • Pelestarian Budaya
  • Festival Budaya

RRI.CO.ID, Singaraja - Pangrupukan Festival Ke-2 Tahun 2026 di Kabupaten Buleleng menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus ruang kreativitas generasi muda dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.

Pangrupukan Festival yang dipusatkan di kawasan Catus Pata berlangsung meriah dengan parade ogoh-ogoh antar banjar adat se-Desa Adat Buleleng. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dan disaksikan ribuan masyarakat yang antusias.

Sebanyak 27 ogoh-ogoh dari 14 banjar adat ditampilkan, menghadirkan karya bernilai filosofis yang mencerminkan pengendalian diri serta perlawanan terhadap sifat negatif manusia.

Festival ini tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga sarana memperkuat nilai spiritual dan membangun karakter generasi muda melalui pelestarian tradisi berbasis kearifan lokal.

“Karena salah satu dari program kami... adalah pelestarian adat, seni, tradisi dan budaya khas Buleleng” ucap Sutjidra

Pemerintah daerah memfasilitasi kegiatan ini sebagai upaya menjaga eksistensi budaya di tengah modernisasi sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Nyoman Sutjidra menekankan pentingnya generasi muda memahami makna di balik tradisi ogoh-ogoh.

Selain itu, festival ini juga mencerminkan nilai Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

“Mari kita jaga kebersamaan, jaga toleransi, dan jaga keharmonisan agar Buleleng tetap damai” ujar Sutjidra

Ke depan, Pangrupukan Festival direncanakan masuk dalam Kalender Event Buleleng dan akan dikembangkan sebagai agenda unggulan daerah, termasuk rencana pelaksanaan di titik nol Kota Singaraja.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....