Semarak Perayaan Ogoh-Ogoh, Tradisi Sakral Penuh Makna

  • 19 Mar 2026 12:24 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Semarak Perayaan
  • Ogoh-Ogoh
  • Tradisi Sakral
  • Penuh Makna

RRI.CO.ID, Singaraja – Suasana semarak menyelimuti kawasan Buleleng saat perayaan ogoh-ogoh digelar menjelang Hari Raya Nyepi. Ratusan warga tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan arak-arakan patung raksasa yang diusung para pemuda desa adat, diiringi tabuhan gamelan yang menggema.

Ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk menyeramkan menjadi daya tarik utama. Patung-patung tersebut melambangkan sifat-sifat negatif manusia yang akan dinetralisir menjelang Nyepi. Dengan penuh semangat, para pemuda memanggul ogoh-ogoh berkeliling desa, sesekali diputar sebagai simbol perlawanan terhadap energi buruk.

Seorang peserta pawai, Made Wijaya mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam tradisi ini.

“Setiap tahun kami selalu antusias membuat ogoh-ogoh. Ini bukan sekadar pawai, tapi juga bentuk pelestarian budaya dan kebersamaan antar warga,” ujarnya.

Tak hanya peserta, Komang Artini masyarakat yang menonton pun merasakan kemeriahan yang khas.

“Seru sekali, apalagi lihat kreativitas ogoh-ogoh yang semakin unik setiap tahun. Ini jadi momen yang selalu ditunggu,” kata salah satu warga.

Meski berlangsung meriah, perayaan ini tetap sarat makna spiritual. Prosesi ogoh-ogoh merupakan bagian dari rangkaian Tawur Kesanga, sebagai simbol pembersihan alam semesta dari hal-hal negatif sebelum memasuki hari suci Nyepi.

Dengan berakhirnya pawai ogoh-ogoh, suasana perlahan berubah menuju keheningan. Masyarakat pun bersiap menjalani Nyepi dengan penuh khidmat, menjadikan perayaan ini sebagai penanda transisi dari keramaian menuju ketenangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....