Media Sosial Dinilai Rentan Memicu Perpecahan jika Tidak Disikapi Bijak

  • 26 Mei 2026 12:50 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan media sosial di era digital disebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Nyoman Sri Handayani, S.Sos.H. mengatakan masyarakat harus lebih bijak dalam menyaring informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

Hal tersebut disampaikan dalam dialog “Moderasi Beragama” di Pro 1 RRI Singaraja, Selasa, 26 Mei 2026 dengan Topik Agama Sebagai Sumber Kedamaian Bukan Perpecahan.

Menurut Nyoman Sri Handayani, S.Sos.H., teknologi ibarat pisau bermata dua yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung bagaimana masyarakat menggunakannya.

“Kalau kita bisa menyikapi secara bijak tentunya kita akan menyaring dan memfilter komentar atau konten yang bisa menimbulkan perpecahan,” kata Handayani.

Ia menambahkan, masyarakat saat ini cenderung mudah terprovokasi isu SARA akibat rendahnya literasi digital dan kebiasaan menerima informasi tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Budaya kita sekarang kadang tidak membaca sampai habis, apalagi mencermati apakah berita itu benar atau tidak. Itulah tantangan terbesar saat ini,” ujar Handayani.

Selain meningkatkan literasi, ia juga menilai peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terhasut ujaran kebencian maupun berita hoaks yang mengatasnamakan agama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....