Makna Sugihan Jawa dan Sugihan Bali
- 18 Apr 2025 07:33 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Bagi masyarakat Bali, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata sugihan. Sugihan dibedakan menjadi dua jenis, yakni sugihan Jawa dan sugihan Bali.
Sugihan Jawa berasal dari kata ‘Sugi’ yang maknanya membersihkan, sedangkan ‘Jawa’ artinya luar. Jadi sugihan jawa dapat diartikan sebagai suatu upacara yang berfungsi untuk membersihkan Bhuana Agung atau alam semesta (makrokosmos), baik sekala maupun niskala.
Berdasarkan lontar Sundarigama, sugihan jawa diartikan sebagai pesucian dewa kalinggama pamrastista bhatara kabeh (pesucian dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara). Pada saat pelaksanaan sugihan jawa yang menjadi target (yang disucikan) adalah buana agung atau alam semesta seperti misalnya membersihkan pelinggih atau tempat - tempat suci yang digunakan sebagai tempat pemujaan, membersihkan alam lingkungan, baik pura, tempat tinggal dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci.
Sedangkan sugihan Bali berasal dari kata sugi yang artinya membersihkan dan Bali yang berarti kekuatan yang ada dalam diri (bahasa sansekerta). Jadi sugihan Bali adalah upacara yang bertujuan untuk menyucikan buana alit atau mikrokosmos (manusia) secara sekala dan niskala, sehingga bersih dari perbuatan - perbuatan yang ternoda atau pembersihan lahir dan bathin.
Pembersihan dapat dilakukan dengan penglukatan, sarananya dapat menggunakan bungkak nyuh gading. Dalam lontar sundarigama, sugihan bali bermakna kalinggania amrestista raga tawulan yang artinya oleh karenanya menyucikan badan jasmani -rohani masing-masing / mikrokosmos yaitu dengan memohon tirta pembersihan / penglukatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....