Perbedaan Baju Koko dan Takwa yang Sering Dianggap Sama

  • 23 Mar 2025 06:22 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Baju koko dan takwa secara tampilan bisa dibilang hampir sama. Keduanya sama-sama tersedia dalam bentuk lengan panjang maupun pendek. Baju koko dan baju takwa merupakan dua model busana pria yang lekat dengan aktivitas agama, seringnya dipakai oleh umat muslim. Seiring perkembangan zaman, penggunaan baju koko dan takwa semakin meluas, tak hanya untuk aktivitas agama saja, namun juga biasa digunakan untuk berbagai acara formal dan informal.

Untuk membedakan keduanya, Anda harus memahami perbedaan baju koko dan takwa. Meskipun posisinya sekarang ini hampir sama, perbedaan baju koko dan takwa tetap ada, terutama mengenai sejarah kemunculan model baju dan sebutannya sekarang ini.

Kalau dirunut ke belakang, baju koko diambil dari baju yang kerap dipakai orang-orang Tiongkok yang tinggal di Indonesia. Sedangkan baju takwa terinspirasi dari baju Surjan yang kerap dipakai orang Jawa pada zaman dahulu.

Menurut berbagai sumber, baju koko itu diadaptasi dari baju tui-khim yang biasa dipakai orang-orang Tiongkok. Tui-khim merupakan baju harian yang kerap dipakai orang Tiongkok yang tinggal di Indonesia. Lama kelamaan, orang-orang lokal pun akrab dengan baju tersebut, mulailah muncul modifikasi-modifikasi dari tui-khim. Sebutan baju koko diambil dari panggilan pria Tionghoa yang lebih tua, yakni Kokoh atau Engkoh.

Jika baju koko diadaptasi dari baju khas Tiongkok, baju takwa, meski modelnya mirip baju koko, baju ini diadaptasi dari pakaian Surjan yang kerap dipakai orang Jawa. Surjan berarti ngelungsur wonten jaja (meluncur lewat dada). Baju Surjan biasanya bentuk depan dan belakangnya panjang.

Adalah Sunan Kalijaga yang dianggap pertama kali memodifikasi surjan menjadi baju takwa. Surjan yang biasanya lengan pendek, diubah menjadi lengan panjang. Baju ini kemudian disebut dengan Surjan Takwa dan dipakai Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama Islam.

Itulah perbedaan baju koko dan takwa menurut sejarah perkembangannya. Kini, kedua busana itu sudah dijual bebas dan terdapat berbagai model serta pola. Untuk menghilangkan batas di antara keduanya, kini banyak juga yang menyebut dua busana tersebut sebagai baju muslim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....