Memaknai Hari Purnama dan Fenomena “Blood Moon”
- 14 Mar 2025 10:42 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Dalam ajaran Hindu, Hari Purnama (bulan purnama) memiliki makna spiritual yang sangat penting. Pada hari ini, umat Hindu biasanya melakukan berbagai upacara keagamaan, sembahyang, dan kegiatan spiritual lainnya untuk memperkuat hubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Hari Purnama dianggap sebagai waktu yang suci dan memiliki energi positif yang sangat kuat, dimana dewa-dewa diyakini turun ke dunia untuk memberkati umat manusia, energi spiritual lebih kuat, sehingga doa dan meditasi lebih mudah diterima, hari baik untuk introspeksi dan membersihkan diri secara lahir dan batin.
Umat Hindu biasanya merayakan Hari Purnama dengan: Melakukan persembahyangan untuk memohon berkah dan perlindungan di rumah dan pura. Melakukan ritual melukat (ritual penyucian diri), Mebanten (membuat persembahan), Menghaturkan sesajen sebagai bentuk rasa syukur dan Puasa & Meditasi untuk meningkatkan kesadaran spiritual.

Menanti Fenomena Blood Moon (Foto: RRI/Wangi)
Sementara pada tanggal 14 Maret 2025 dilansir dari kompas.com, akan terjadi fenomena gerhana bulan total yang dikenal sebagai "Blood Moon", di mana Bulan akan tampak berwarna merah selama sekitar 65 menit. Meskipun tidak dapat menyaksikan langsung, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan kecantikan bulan yang berwarna merah. "Blood Moon" atau Bulan Merah Darah. Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari terhalang dan hanya panjang gelombang merah yang mencapai Bulan, membuatnya tampak berwarna merah.
Hari Purnama dan fenomena blood moon sungguh langka terjadi, semoga kita dapat menikmati sinyal-sinyal keindahan alam baik secara spiritual maupun metafisika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....