Mengenal Otonan, Tradisi Peringatan Ulang Tahun Hindu di Bali
- 12 Mar 2025 08:53 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Otonan merupakan suatu perayaan yang sudah lumrah dilakukan di Bali. Otonan dimaknai sebagai peringatan hari kelahiran menurut tradisi Hindu di Bali, atau singkatnya bisa disebut sebagai ulang tahun versi Bali.
Dalam tradisi Hindu di Bali sebenarnya tidak mengenal adanya perayaan ulang tahun, karena mempunyai sistem perhitungan hari kelahiran yang berbeda. Otonan didasarkan pada pertemuan Panca Wara (Pasaran Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), Sapta Wara (Hari Senin – Minggu), serta Wuku. Dalam menentukan hari otonan pun yang harus dijadikan patokan adalah sistem kalender Saka-Bali, dimana dalam pergantian hari atau tanggal dihitung ketika matahari terbit (sekitar jam 6 pagi).
Otonan adalah hari di mana seseorang memperingati hari kelahirannya, ditujukan untuk memanjatkan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi atas napas dan kehidupan yang telah diberikan.Manusia dilahirkan ke dunia diberikan kesempatan untuk memperbanyak perbuatan baik, sehingga bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Melalui otonan, seseorang diharapkan bisa mengubah perilakunya menjadi lebih baik, bijaksana, dan welas asih baik kepada orangtua, saudara, keluarga, serta masyarakat.
Untuk merayakan otonan, tidak mesti dibuatkan upacara yang besar dan mewah. Hindu Bali memberikan kebebasan bagi umat merayakan otonan bisa menyesuaikan dengan kemampuannya masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana nilai dan maknanya benar-benar dipahami, diresapi, dan dilaksanakan.
Ada tiga tingkatan upacara yang bisa dipilih, yakni tingkat sederhana, menengah, dan utama (Besar). Dengan adanya tiga tingkatan itu, maka umat bisa memilih sesuai kemampuannya. Yang paling penting lagi, landasan utamanya adalah sraddha (Keimanan), kesucian atau ketulusan hati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....