Yuk Ketahui Morfologi Pohon Kersen yang Legendaris
- 07 Okt 2024 10:25 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Pohon kersen yang sering ditemukan tumbuh di pinggir jalan atau pekarangan rumah, karena pohon ini mudah beradaptasi dan cepat tumbuh. Meskipun buahnya kecil dan sering dianggap kurang bernilai komersial, kersen sebenarnya memiliki sejarah panjang sebagai buah yang dikonsumsi secara tradisional oleh masyarakat lokal untuk berbagai manfaat kesehatan.
Pohon kersen sering digunakan sebagai pohon peneduh karena daunnya yang rimbun. Secara morfologi, pohon kersen terdiri dari:
Batang
Batang tanaman kersen termasuk jenis berkayu ringan dengan c#abang-cabang yang mendatar dan membentuk naungan rindang. Pada bagian ranting-rantingnya memiliki rambut halus dan sedikit berkelenjar. Karena kulit dan batang kayunya lunak dan mudah kering, orang-orang pun kerap menggunakannya sebagai bahan tali serta kayu bakar.
Daun
Sistem pertulangan pada daun tanaman ini menyirip dengan bentuk tidak simetris dengan tepian-tepian daun yang bergerigi. Sementara itu dalam satu tangkai bunga terdiri atas 1-5 kuntum. Letak bunganya berada di sisi atas tempat tumbuhnya daun.
Bunga
Bunga kersen atau talok berada di sisi atas tempat tumbuhnya daun. Tangkainya memanjang berkelamin dua serta berbilangan lima. Benang sari bunga kersen berjumlah 10-100 helai. Ketika mekar bungan akan menonjol keluar. Namun setelah menjadi buah akan menggantung ke bawah dan tersembunyi di bawah helaian daun. Dalam tiap berkas bunga, umumnya hanya akan tumbuh 1-2 biji buah.
Buah dan Biji
Bentuk buah kersen bulat hampir sempurna dengan diameter 1-1,5 cm. Warna utamanya adalah hijau kekuningan. Namun ketika sudah masak akan berwarna merah. Dalam satu buah kersen berisi ribuan biji berukuran kecil, bertekstur halus, dan berwarna putih kekuningan.
Penyebaran
Buah kersen yang umumnya digemari anak-anak ini mudah dijumpai di Indonesia. Karakter pohonnya teduh dan mudah beradaptasi menjadikan tanaman ini pilihan utama untuk halaman atau kebun masyarakat. Sifat dan daya tahan pohonnya yang luar biasa ini menyebabkan kersen menjadi salah satu tumbuhan pionir yang paling banyak dijumpai di wilayah hunian manusia, terutama di kawasan tropis. Sebenarnya asal mula buah dengan kandungan air tinggi ini dari daratan Meksiko Selatan, Amerika Tengah, Peru, hingga Bolivia. Persebarannya di Asia Tenggara dibawa masuk dari Filipina pada akhir abad ke-19. Setelah itu, jenis buah ini begitu cepat tersebar hingga ke seluruh wilayah tropis di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Habitat
Kersen tumbuh liar di tempat terbuka dan perbukitan terbuka, di tepi-tepi jalan, tepi-tepi sungai juga dataran rendah yang drainasenya baik, dan pada tanah liat berpasir. Kersen tumbuh mengelompok dan tersebar, pada umumna tumbuh pada ketinggian hingga 1.000 mdpl, tumbuh baik pada tanah pH 5,5-6,5. Kersen banyak ditanam sebagai pohon buah dan pelindung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....