Bank Sampah Jadi Solusi Dorong Masyarakat Pilah Sampah

  • 18 Sep 2026 15:21 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Bank sampah dinilai menjadi salah satu solusi untuk mendorong masyarakat memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga dengan memberikan nilai ekonomi.
  • Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi kunci utama karena setiap jenis sampah membutuhkan proses pengelolaan yang berbeda dan dapat mengurangi permasalahan sampah hingga 50 persen.
  • Founder Galang Panji Gede Ganesha menyatakan bahwa pemerintah gencar mendorong upaya agar sampah di rumah tangga dapat terpilah dengan baik sejak dari sumbernya.

RRI.CO.ID, Singaraja - Bank sampah dinilai menjadi salah satu solusi untuk mendorong masyarakat memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga. Konsep ini tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Founder Galang Panji, Gede Ganesha, mengatakan pemilahan menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah karena setiap jenis sampah membutuhkan proses pengelolaan yang berbeda. “Sumber sampah pertama itu adalah rumah tangga. Jika di rumah tangga ini sampahnya mampu terkelola dengan baik, sebenarnya hampir 50 persen permasalahan sampah bisa dikurangi. Sehingga memang pemerintah cukup gencar mendorong upaya bagaimana agar di rumah tangga sampah ini terpilah,” ujarnya, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan karena kebiasaan memilah belum maksimal. Selain itu, masyarakat juga masih menghadapi kendala dalam menentukan tempat pengelolaan sampah setelah dipilah.

Ia menjelaskan, bank sampah dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi. Sampah yang disetorkan kemudian ditimbang dan dihargai sesuai jenisnya, sehingga hasilnya dapat dikonversi menjadi uang.

“Ketika kita sadar kendala di masyarakat kita adalah sulitnya memilah, maka bank sampah bisa jadi salah satu solusi alternatif. Karena ketika masyarakat tahu bahwa beberapa jenis sampah yang mereka hasilkan punya nilai ekonomi, mereka otomatis punya daya tarik untuk melakukan proses pemilahan,” kata Ganesha.

Ia mencontohkan, sampah plastik di tempatnya dapat dihargai sekitar dua ribu rupiah per kilogram. Masyarakat dapat mengumpulkan sampah secara berkala dan menarik hasil tabungannya sesuai kebutuhan.

Ganesha menambahkan, keberadaan bank sampah di lingkungan banjar maupun desa dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah. Menurutnya, semakin dekat akses pengelolaan dengan masyarakat, semakin besar peluang kebiasaan memilah dapat diterapkan dari rumah.

Untuk itu, masyarakat diharapkan mulai mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan, serta memilah sampah sesuai jenisnya sebelum diserahkan ke tempat pengelolaan.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....