Digitalisasi Koperasi Dorong Keterbukaan dan Kepercayaan Anggota

  • 09 Sep 2026 07:56 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • KPN Rupekes RSUD Buleleng menerapkan sistem digital berbasis web untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan anggota koperasi.
  • Sistem digital memungkinkan anggota mengakses informasi simpanan, pinjaman, dan kekayaan koperasi melalui telepon genggam secara mandiri.
  • Transformasi digital dimulai sejak koperasi diaktifkan kembali pada tahun 2024 setelah sempat vakum akibat dampak pandemi COVID-19.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pengelolaan koperasi kini dituntut semakin terbuka dan profesional seiring perkembangan teknologi digital. Digitalisasi menjadi salah satu langkah yang diterapkan KPN Rupekes RSUD Buleleng untuk meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan anggota. Sistem berbasis web memungkinkan anggota mengakses informasi simpanan, pinjaman, hingga kekayaan koperasi melalui telepon genggam.

Ketua Pengurus KPN Rupekes RSUD Buleleng, Dewa Made Angga Kusuma Putra, mengatakan transformasi digital mulai didorong sejak koperasi kembali diaktifkan pada 2024 setelah sebelumnya sempat vakum akibat pandemi. Menurutnya, sistem digital membuat anggota dapat memantau kondisi keuangan secara mandiri.

“Dengan semuanya baik digital, transaksi, perekrutan, peminjaman, jadi semua teman-teman anggota bisa ngecek juga langsung, baik itu kekayaannya, sisa pinjamannya berapa. Dengan begitu mendorong teman-teman lebih percaya” ujarnya.

Dewa AKP menjelaskan, seluruh transaksi dan informasi anggota kini dapat diakses melalui sistem digital, sehingga perubahan data lebih mudah dipantau dan diperiksa. Penerapan sistem tersebut juga mendorong pengurus untuk bekerja lebih transparan dan profesional.

“Kita buat digitalisasi semua sekarang berbasis web, jadi bisa dicek via HP semua, baik itu simpanannya, pinjamannya. Memang di awal-awal kita perlu adaptasi, dalam artian untuk melatih SDM supaya profesional dan transparan” katanya.

Selain meningkatkan transparansi, digitalisasi juga memberikan kemudahan bagi anggota dalam melakukan simulasi pinjaman dan memantau sisa pinjaman tanpa harus datang langsung ke kantor koperasi. Saat ini KPN Rupekes telah memiliki sekitar 600 anggota dan terus menargetkan penambahan anggota secara bertahap.

KPN Rupekes juga mengembangkan sejumlah unit usaha, di antaranya Waserda, ritel makanan dan minuman, ATK dan konveksi, serta pengelolaan lahan parkir. Dari empat unit usaha yang dikembangkan, tiga di antaranya telah mulai menghasilkan Sisa Hasil Usaha atau SHU.

Dewa AKP menambahkan, tantangan utama digitalisasi koperasi adalah adaptasi sumber daya manusia, khususnya anggota yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Karena itu, pengurus melakukan sosialisasi dan pelayanan langsung kepada anggota yang mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem digital.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....