Bali Percepat Transisi Energi, PLTS Gilimanuk Jadi Proyek Strategis
- 26 Agt 2026 08:20 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) mulai mempercepat pengembangan energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Bali. Proyek PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana menjadi salah satu tonggak utama transisi energi di Pulau Dewata.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembangunan PLTS merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi mewujudkan Bali mandiri energi berbasis sumber daya ramah lingkungan.
“Kami sangat berbahagia dan berterima kasih karena program ini sejalan dengan visi Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih. Kebijakan ini tidak hanya memenuhi pasokan listrik ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat citra pariwisata Bali di mata dunia,” ujar Koster usai penandatanganan nota kesepahaman dengan PLN di Gilimanuk.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Bali menyiapkan lahan negara yang tidak produktif untuk pembangunan infrastruktur pembangkit. Selain kawasan Gilimanuk, pemerintah juga melakukan survei potensi lahan kering di Kabupaten Buleleng dan Karangasem guna mendukung pengembangan kapasitas PLTS pada tahap berikutnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLTS di Bali akan dibangun secara terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas besar sehingga pasokan listrik tetap stabil meski mengandalkan energi surya.
“Tahap awal dikembangkan dengan kapasitas 1.000 MWp atau 1 GWp yang didukung BESS sebesar 3,3 GWh. Energi matahari yang disimpan pada siang hari nantinya dapat dimanfaatkan saat kebutuhan listrik mencapai beban puncak pada sore hingga malam,” jelas Darmawan.
Ia menambahkan, pengembangan PLTS menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) yang selama ini bergantung pada pasokan impor. Dengan memanfaatkan energi surya, biaya penyediaan listrik diharapkan menjadi lebih efisien sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon.
PLTS Gilimanuk akan terhubung dengan jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kV yang memasok kebutuhan listrik di seluruh Bali, termasuk kawasan pariwisata Bali Selatan. Kawasan proyek seluas sekitar 320 hektare di Jembrana tersebut ditargetkan memiliki kapasitas hingga 300 MWp serta membuka peluang lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Pemerintah menyebut keberhasilan proyek ini didukung kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, PLN, hingga Danantara, sebagai upaya bersama mempercepat terwujudnya swasembada energi bersih nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....