Dari Drumer Ladies Band hingga Jadi Kapolres: Jejak Mellysa Amalia, Alumni Foursma

  • 23 Agt 2026 13:11 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Ada banyak cara untuk mengenang seorang alumni. Ada yang dikenang karena prestasi akademiknya, ada yang karena kiprahnya di organisasi, dan ada pula yang karena perjalanan hidupnya yang kemudian menginspirasi banyak orang.

Salah satunya adalah AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., putri daerah Buleleng yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Lombok Barat Polda NTB.

Lahir pada 12 Juni 1981, Mellysa tumbuh besar di Buleleng dalam keluarga Muslim yang taat. Masa kecil hingga remajanya dijalani di tanah kelahirannya sebelum kemudian membuka lembaran baru melalui pendidikan dan pengabdian di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Namun, jauh sebelum mengenakan seragam kepolisian dan memimpin sebuah kesatuan kewilayahan, Mellysa adalah seorang siswi SMU Negeri 4 Singaraja.

Ia menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut pada 1998. Masa-masa sekolah itulah yang menjadi salah satu bagian menarik dalam perjalanan hidupnya.

Aktif di Sekolah, Tidak Hanya di Ruang Kelas

Sebagai pelajar, Mellysa dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ia tidak hanya berkutat dengan pelajaran di ruang kelas, tetapi juga menyalurkan energi dan kreativitasnya melalui kegiatan seni dan olahraga.

Pada tahun 1996, Mellysa bergabung dengan ladies band dan dipercaya sebagai drumer.

Bermain drum tentu membutuhkan keberanian, konsentrasi, ritme, dan kemampuan menjaga kekompakan dengan anggota band lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari masa remaja Mellysa yang penuh aktivitas dan kebersamaan.

Di bidang olahraga, ia juga aktif menjadi bagian dari tim basket sekolah.

Kecintaannya pada kegiatan fisik dan kebersamaan semakin terlihat ketika Mellysa turut mengikuti lomba gerak jalan putri sejauh 17 kilometer dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi seorang pelajar, pengalaman tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan di luar sekolah. Ada nilai kedisiplinan, kerja sama, ketahanan, keberanian, dan tanggung jawab yang secara tidak langsung ikut membentuk karakter.

Dari sinilah salah satu bagian perjalanan Mellysa bermula.

Dari Singaraja Menuju Dunia Kepolisian

Setelah menamatkan pendidikan di SMU Negeri 4 Singaraja pada 1998, perjalanan Mellysa memasuki babak baru.

Ia kemudian menempuh Akademi Kepolisian (AKPOL) dan menyelesaikannya pada 2006.

Setelah memasuki dunia kepolisian, semangat belajar Mellysa tidak berhenti. Di tengah perjalanan kariernya, ia tetap melanjutkan pendidikan akademik.

Pada 2009, ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Beberapa tahun kemudian, semangat tersebut berlanjut hingga jenjang magister. Ia menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Airlangga Surabaya pada 2018.

Pendidikan kepolisian juga terus dikembangkan. Mellysa menyelesaikan PTIK pada 2014, kemudian mengikuti Sesko AU pada 2022.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa bagi Mellysa, pendidikan bukanlah sesuatu yang berhenti ketika seseorang mulai bekerja. Pendidikan justru menjadi bagian dari proses panjang untuk memperkuat kemampuan dan menghadapi tanggung jawab yang semakin besar.

Dari Pengalaman Menjadi Pengabdian

Selepas pendidikan AKPOL, Mellysa mengawali perjalanan pengabdiannya sebagai Pama Polwil Surakarta pada 12 Januari 2007, dengan penugasan yang diarahkan ke SPK Polres.

Dari sana, perjalanan kariernya berkembang melalui berbagai fungsi dan wilayah penugasan.

Ia pernah menjalankan tugas di bidang Reskrim, kemudian mendalami bidang lalu lintas, menjalankan tugas kewilayahan, menangani bidang sumber daya manusia, hingga akhirnya mendapat pengalaman di bidang pendidikan dan pelatihan Polri.

Setiap tahapan menjadi bagian dari perjalanan yang panjang dan beragam.

Dari seorang siswi yang aktif bermain drum, basket, dan mengikuti gerak jalan, Mellysa kemudian tumbuh menjadi seorang perwira Polri yang memiliki pengalaman di berbagai bidang.

Hingga pada 24 Juni 2026, ia mendapat kepercayaan mengemban amanah sebagai Kapolres Lombok Barat Polda NTB.

Sebuah Perjalanan yang Dimulai dari Sekolah

Jika melihat perjalanan tersebut dari jauh, ada satu benang merah yang menarik: semuanya bermula dari proses.

Tidak ada perjalanan yang langsung sampai pada puncak. Ada sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pendidikan kepolisian, pendidikan akademik, penugasan, pengalaman, tantangan, dan tanggung jawab yang harus dilalui satu demi satu.

Karena itu, kisah Mellysa menjadi menarik untuk dikenang dalam momentum HUT ke-37 SMA Negeri 4 Singaraja yang jatuh pada tanggal 5 Juli 2026 dan diperingati di bulan Agustus ini serangkaian Piodalan di Pura Padmasana sekolah.

Bagi almamater, keberhasilan seorang alumni bukan hanya tentang jabatan yang disandang. Lebih dari itu, keberhasilan alumni adalah gambaran bahwa nilai-nilai yang ditanamkan sejak bangku sekolah dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

Dari Buleleng, dari Singaraja, dari sebuah sekolah yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu dan berkegiatan, Mellysa kemudian melangkah jauh untuk menjalankan pengabdian.

Dan mungkin, bagi para siswa SMA Negeri 4 Singaraja hari ini, kisah tersebut menyampaikan pesan sederhana:

Jangan pernah meremehkan langkah kecil yang dilakukan hari ini. Bisa jadi, dari ruang kelas, lapangan olahraga, panggung musik, dan kegiatan sekolah, sedang dibentuk perjalanan besar seseorang di masa depan.

Selamat HUT ke-37 SMA Negeri 4 Singaraja.

Semoga semakin banyak lahir alumni yang mampu berkarya, berprestasi, dan mengabdi untuk masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

AKBP Mellysa Amalia — dari Buleleng, tumbuh di Singaraja, dan mengabdi untuk negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....