KNPI Buleleng Ajak Pemuda Hadapi Penjajahan Era Digital
- 18 Agt 2026 08:54 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buleleng menyerukan pentingnya peran aktif generasi muda dalam meneruskan nilai-nilai perjuangan pahlawan dengan melawan bentuk-bentuk penjajahan di era modern. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Buleleng, I Putu Gede Parma, usai mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Ngurah Rai, Singaraja, Senin, 17 Agustus 2026.
I Putu Gede Parma mengungkapkan bahwa perjuangan para pahlawan di masa lampau sangat luar biasa dan berlandaskan pengorbanan demi menjaga kedaulatan serta kelangsungan Sang Saka Merah Putih. Semangat tersebut kini harus ditransformasikan untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis dan bergeser ke ranah digital serta globalisasi.
"Perjuangan anak-anak bangsa, pahlawan kita dahulu sangat luar biasa, rela berkorban untuk bisa menjaga kedaulatan, menjaga merah putih tetap berkibar di bumi kita tercinta. Di era sekarang ini terdapat pergeseran dari bentuk-bentuk tantangan, utamanya di era digital, era globalisasi yang semakin mengerucut dengan aksesibilitas yang semakin mudah,’ ujar I Putu Gede Parma.
Sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda, KNPI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya melawan berbagai jenis penjajahan masa kini. KNPI memosisikan diri sebagai mitra strategis, mitra kritis, serta sistem pendukung (support system) bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam kerangka pentaheliks.
Dalam pandangannya, I Putu Gede Parma memaparkan sejumlah titik rawan dan tantangan krusial yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia, khususnya generasi muda:
Pendidikan dan Teknologi: Mutu pendidikan yang perlu ditingkatkan, serta tantangan keamanan siber (cyber security) dan maraknya penyebaran informasi palsu (hoax) akibat kemudahan bermedia sosial.
Budaya dan Ideologi: Derasnya arus masuk budaya asing yang tidak selaras dengan kepribadian bangsa akibat bebasnya arus informasi internet, serta mulai memudarnya rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan nilai gotong royong yang bergeser menjadi sikap acuh tak acuh.
Politik Identitas dan Kerukunan: Penggunaan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang berpotensi memecah belah kerukunan masyarakat serta mengancam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Kedaulatan Digital: Kebutuhan mendesak akan penguatan infrastruktur teknologi, perlindungan data pribadi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda yang adaptif.
Ancaman Non-Fisik dan Sosial: Perjuangan generasi muda untuk melepaskan diri dari pengaruh negatif seperti narkoba, judi konvensional maupun online, pergaulan bebas, minuman keras, serta ancaman proxy war.
Tata Kelola Pemerintahan dan Korupsi: Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. KNPI menilai pengawasan jalannya pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Selain isu ekonomi, KNPI Buleleng menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan hidup yang kini menjadi perhatian global. Kebijakan hilirisasi industri dinilai harus berjalan seimbang dengan daya dukung alam serta pencegahan konflik agraria demi melindungi ruang hidup masyarakat lokal. Kesenjangan ekonomi yang berpotensi memicu pengangguran juga perlu diatasi melalui penguatan industri padat karya maupun non padat karya.
Untuk menjawab berbagai tantangan multidimensional tersebut, DPD KNPI Buleleng mendorong para pemuda agar senantiasa membekali diri dengan tiga modalitas utama, yakni integritas, kapabilitas, dan akuntabilitas.
Generasi muda dituntut untuk semakin adaptif, kreatif, dan memiliki daya tahan (resilience) yang tinggi dalam menghadapi dinamika global, guna mengubah setiap tantangan menjadi solusi kreatif bagi kesejahteraan bangsa.
"Generasi muda harus terus bersemangat menghadapi tantangan-tantangan ini dan terus bersama-sama bersatu padu, berkolaborasi untuk mencarikan solusi-solusi terbaik bagi permasalahan bangsa dan turut serta hadir menjadi garda terdepan untuk kemajuan bangsa ke depan,” ujar I Putu Gede Parma mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....