Generasi Muda Diajak Jadikan Wiweka Sebagai Filter Menghadapi Banjir Informasi

  • 07 Agt 2026 06:23 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO ID, Singaraja - Perkembangan teknologi digital membawa berbagai kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi generasi muda dalam memilah informasi. Karena itu, nilai Wiweka dinilai semakin penting sebagai bekal menghadapi derasnya arus informasi di era Kaliyuga.

Dalam dialog interaktif bersama Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Ni Made Budi Yasmini, S.Sos. dan I Komang Ardana, S.Sos., masyarakat diajak memahami bahwa Wiweka bukan hanya konsep keagamaan, tetapi juga keterampilan hidup yang sangat relevan di zaman modern.

Ni Made Budi Yasmini menegaskan, banyak persoalan sosial saat ini berawal dari pikiran yang tidak terkendali sehingga seseorang mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar.

"Musuh terbesar manusia sebenarnya bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri. Ketika pikiran tidak terkendali, kita akan mudah terbawa emosi, provokasi, bahkan ilusi yang tampak seperti kebenaran," katanya.

Sementara itu, I Komang Ardana menjelaskan bahwa penerapan Tri Kaya Parisudha menjadi langkah nyata menjaga Wiweka. Berpikir baik akan melahirkan ucapan yang baik dan berujung pada tindakan yang benar.

"Kalau pikiran kita positif dan jernih, maka perkataan serta perbuatan kita juga akan baik. Itulah dasar menjaga Wiweka dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Keduanya menilai generasi muda perlu membangun kebiasaan berpikir kritis, membaca informasi secara utuh, serta tidak mudah bereaksi hanya karena melihat konten yang viral di media sosial.

Mereka juga mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat manipulasi gambar maupun video semakin sulit dikenali. Oleh sebab itu, masyarakat harus lebih cermat dalam memverifikasi setiap informasi.

Melalui penguatan nilai-nilai agama, pengendalian diri, dan introspeksi, Wiweka diharapkan menjadi filter yang menjaga generasi muda tetap berpikir jernih, bertindak bijaksana, serta mampu menolak berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah persatuan. Generasi muda harus memiliki sikap asah, asih dan asuh dengan sesama untuk menciptakan sikap saling memiliki satu sama lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....