Tumpek Krulut: Hari Kasih Sayang Ala Hindu

  • 01 Agt 2026 12:16 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Tumpek Krulut dirayakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, merupakan hari suci umat Hindu yang berlangsung setiap 210 hari sekali pada Sabtu Kliwon wuku Krulut.
  • Hari ini bermakna sebagai hari kasih sayang (tresna asih) dan momen penyucian sarwa tetangguran atau alat musik dan gamelan sebagai manifestasi keindahan Dewa Iswara.
  • Kata 'Krulut' berasal dari kata 'lulut' yang berarti jalinan, ikatan, atau cinta kasih yang erat dalam filosofi Hindu Bali.

RRI.CO.ID, Singaraja - Tepat hari ini Sabtu, 1 Agustus 2026 Umat Hindu merayakan Tumpek Krulut. Tumpek Krulut merupakan hari suci umat Hindu di Bali yang dirayakan setiap 210 hari sekali pada Sabtu Kliwon wuku Krulut.

Hari ini dimaknai sebagai hari kasih sayang atau tresna asih, serta momen penyucian sarwa tetangguran atau alat musik dan gamelan sebagai manifestasi keindahan dari Dewa Iswara. Asal kata "Krulut" berasal dari kata lulut yang berarti jalinan, ikatan, atau cinta kasih yang erat.

Tumpek Krulut dipuja sebagai hari pemuliaan Dewa Iswara atau Kawiswara yang menganugerahkan suara merdu, seni, dan keindahan. Hari ini dianggap sebagai hari kasih sayang versi Bali (Tresna Asih) yang mengajak manusia menjaga keharmonisan lahir dan batin dengan sesama dan alam.

Dalam Pelaksanaan dan Tradisi Tumpek Krulut Umat Hindu melaksanakan persembahyangan di tempat suci keluarga atau pura. Dilakukan upacara penyucian (otonan) pada alat-alat seni seperti gong, gamelan, atau alat musik lainnya.

Selain itu juga menghaturkan banten khusus seperti pejati, daksina, dan ayaban. Hal itu ditujukan kepada manifestasi Tuhan bidang seni dan suara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....