Kecanduan Gawai Ancam Pembentukan Karakter Anak

  • 31 Jul 2026 15:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Penggunaan gawai secara berlebihan pada anak dinilai dapat mengancam pembentukan karakter sejak usia dini. Karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi penggunaan perangkat digital serta menjadi teladan dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi.

Hal tersebut disampaikan tokoh perempuan Bali, Dr. Dra. Ni Made Cantiari, M.Si., dalam Dialog Interaktif Hai Bali Kenken di RRI Singaraja.

Menurutnya, pemberian gawai tanpa pengawasan dapat memicu ketergantungan pada anak. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi interaksi dengan keluarga, tetapi juga berpotensi memengaruhi perilaku dan perkembangan emosional anak.

"Kalau anak sejak kecil terbiasa memegang HP tanpa pengawasan, mereka bisa menjadi sangat bergantung. Saat penggunaan HP dibatasi, anak dapat menunjukkan perilaku melawan karena sudah kecanduan," ujarnya.

Ia menilai, pengawasan penggunaan gawai harus dimulai sejak usia dini. Orang tua juga diingatkan agar tidak memberikan contoh yang kurang baik dengan terlalu sering menggunakan telepon pintar ketika bersama anak.

Selain membatasi penggunaan gawai, orang tua disarankan mengarahkan anak mengikuti berbagai kegiatan positif, seperti olahraga, seni, kursus, maupun aktivitas keagamaan. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap gawai sekaligus membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Cantiari juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga. Menurutnya, anak yang memiliki hubungan dekat dengan orang tua akan lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi dibanding mencari pelarian melalui media sosial atau lingkungan yang kurang tepat.

Di samping itu, ia mengingatkan bahwa lingkungan pergaulan turut memengaruhi perkembangan karakter anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui aktivitas, teman bergaul, serta penggunaan media digital anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

Ia berharap setiap keluarga mampu menerapkan pengawasan yang konsisten dan menanamkan etika digital sejak dini sehingga anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri, bukan sebaliknya menjadi sumber persoalan dalam tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....