Dari Limbah Jadi Cuan, Inovasi Green Product Berdayakan PKK di Desa Bengkel

  • 24 Jul 2026 07:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Udayana Mengabdi yang diselenggarakan di Desa Bengkel, Kabupaten Tabanan, Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK Desa Bengkel beserta tim pengabdian yang melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Udayana.

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengembangkan industri kreatif berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi sekaligus praktik langsung mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata desa.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gede Ustriyana, M.M., menyampaikan bahwa “Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga mengenai konsep green product dan ekonomi kreatif, mengoptimalkan pemanfaatan limbah rumah tangga khususnya minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi, dan mengembangkan inovasi produk kreatif yang dapat mendukung pengembangan pariwisata desa melalui produk ramah lingkungan”.

Pada sesi pelatihan, Dr. Ir. Dewa Ayu Anom Yuarini, S.TP., M.Agb., IPU., ASEAN Eng., Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, menyampaikan materi bertajuk “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Minyak Jelantah Menjadi Sabun Padat”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa minyak jelantah tidak layak digunakan kembali sebagai minyak konsumsi, namun masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat setelah melalui proses pemurnian menggunakan bahan sederhana seperti arang aktif. Selanjutnya, minyak tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sabun padat yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif. Materi ini juga dilengkapi dengan praktik langsung mulai dari proses pemurnian minyak jelantah hingga tahapan pembuatan sabun padat sehingga peserta dapat memahami dan mempraktikkannya secara mandiri.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti praktik pembuatan sabun, berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha rumah tangga berbasis limbah, serta menggali berbagai peluang pemasaran produk kreatif yang dapat mendukung pengembangan desa wisata. Salah satu peserta perwakilan Ibu PKK Banjar Bengkel Gede, Ketut Sugianti menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga. “Minyak jelantah yang selama ini saya anggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sabun mandi yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi,” ucapnya.

Peserta lainnya Nika Febrianti memberikan respon positif terhadap program pengabdian ini. “Terima kasih Program Udayana Mengabdi telah memberikan pelatihan pembuatan sabun kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Bengkel,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bengkel, I Gede Arif Santiyoga, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Universitas Udayana atas terselenggaranya kegiatan pengabdian ini. “Kegiatan Program Udayana Mengabdi ini sangat berguna untuk ibu rumah tangga mengurangi limbah minyak jelantah yang ada di rumah tangga khususnya di Desa Bengkel” katanya.

Pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun tidak hanya meningkatkan kreativitas ibu-ibu PKK, tetapi juga memberikan alternatif usaha yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Bapak Sekretaris Desa Bengkel berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat Desa Bengkel sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah, serta mendukung pengembangan pariwisata desa melalui produk-produk green product seperti suvenir sabun yang memiliki ciri khas lokal.

Melalui kegiatan ini, Universitas Udayana tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai tambah. Pengembangan industri kreatif berbasis green product diharapkan mampu menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus memperkuat daya tarik Desa Bengkel sebagai desa yang peduli terhadap lingkungan dan ekonomi kreatif.

Program pengabdian ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang memperoleh pendanaan dari Universitas Udayana sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....