Komunikasi Dinilai Jadi Kunci Harmoni Keluarga bagi Perempuan Pekerja

  • 21 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Komunikasi terbuka antara suami dan istri menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terutama ketika keduanya sama-sama memiliki karier.
  • Nyoman Sri Handyani, Penyuluh Agama Hindu, menekankan pentingnya dialog interaktif sebagai wadah berbagi pengalaman tentang keseimbangan karier dan kehidupan keluarga bagi perempuan pekerja.
  • Dialog Interaktif Pro 1 RRI Singaraja menghadirkan narasumber ahli untuk membahas strategi menjaga harmoni rumah tangga dalam era modern dengan kedua pasangan yang bekerja.

RRI.CO.ID, Singaraja - Komunikasi terbuka antara suami dan istri menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terutama ketika keduanya sama-sama memiliki karier. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu, Nyoman Sri Handyani saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Pro 1 RRI Singaraja dengan topik Keseimbangan Karier dan Kehidupan Keluarga bagi Perempuan Pekerja, Senin, 20 Juli 2026.

Menurutnya, kesepakatan mengenai pembagian peran dalam rumah tangga sebaiknya dibangun sejak awal hubungan. Dengan komunikasi yang jujur dan terbuka, pasangan akan lebih mudah saling memahami ketika salah satu memiliki kesibukan pekerjaan.

"Komunikasi yang sehat dimulai dari komitmen sejak awal. Jangan ada hal-hal penting yang disembunyikan dari pasangan, karena itulah dasar saling percaya," kata Nyoman.

Ia menambahkan, dukungan pasangan sangat memengaruhi kenyamanan perempuan saat bekerja. Sebaliknya, kurangnya dukungan dapat menimbulkan tekanan psikologis yang akhirnya berdampak pada kinerja maupun keharmonisan keluarga.

Selain itu, Nyoman mengingatkan agar pekerjaan tidak sampai menguras seluruh perhatian sehingga keluarga terabaikan. Menurutnya, perempuan perlu menyediakan waktu berkualitas bersama keluarga sekaligus memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menjaga kesehatan mental.

"Support dari pasangan itu sangat penting. Ketika kita didukung, bekerja terasa lebih tenang dan semangat. Sebaliknya, jika selalu dicurigai atau dibatasi, itu akan menjadi beban pikiran," ujar Nyoman.

Ia juga menyarankan perempuan memanfaatkan waktu libur untuk melakukan aktivitas yang disukai sebagai bentuk self-reward, sehingga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kesehatan mental tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....